Kemampuan Dasar Penggunaan APAR Bekal Penting yang Harus Dimiliki Masyarakat

Sedang Trending 1 hari yang lalu

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Upaya Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Palangka Raya, menggencarkan sosialisasi serta pelatihan pencegahan kebakaran mendapat apresiasi dari DPRD setempat.

Wakil Ketua I Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Salundik, menilai langkah tersebut sangat penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, khususnya bagi pekerja di lingkungan yang memiliki potensi risiko kebakaran tinggi seperti dapur pelayanan gizi.

“Program pelatihan seperti ini sangat positif. Kami mendukung penuh karena menyentuh langsung aspek keselamatan masyarakat,” ujar Salundik pada Sabtu (25/4/2026).

Menurutnya, edukasi terkait penanganan kebakaran sejak dini harus terus diperluas, tidak hanya di lingkungan instansi pemerintah, tetapi juga menjangkau permukiman warga hingga pelaku usaha kecil.

Ia menegaskan. Kemampuan dasar seperti penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), penanganan kebocoran gas, hingga teknik pemadaman sederhana menjadi bekal penting yang harus dimiliki masyarakat.

“Sering kali kebakaran membesar karena keterlambatan penanganan awal. Dengan pelatihan ini, masyarakat bisa bertindak cepat sebelum api meluas,” katanya.

Salundik juga mendorong Disdamkarmat untuk terus meningkatkan intensitas sosialisasi. Serta menjalin kolaborasi lintas sektor agar program pencegahan kebakaran bisa berjalan lebih masif dan berkelanjutan.

Electronic money exchangers listing

“Harapannya, kegiatan seperti ini tidak hanya bersifat insidental, tetapi menjadi program rutin yang terjadwal dengan baik,” tambahnya.

Sebelumnya, Disdamkarmat Kota Palangka Raya menggelar pelatihan pencegahan kebakaran bagi pekerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jekan Raya, Bukit Tunggal 4. Kegiatan tersebut difokuskan pada peningkatan kewaspadaan dan keterampilan menghadapi kondisi darurat kebakaran.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD, diharapkan kesadaran serta kesiapan masyarakat dalam menghadapi potensi kebakaran dapat terus meningkat, sehingga risiko kerugian maupun korban jiwa dapat ditekan. (jef)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Upaya Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Palangka Raya, menggencarkan sosialisasi serta pelatihan pencegahan kebakaran mendapat apresiasi dari DPRD setempat.

Wakil Ketua I Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Salundik, menilai langkah tersebut sangat penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, khususnya bagi pekerja di lingkungan yang memiliki potensi risiko kebakaran tinggi seperti dapur pelayanan gizi.

“Program pelatihan seperti ini sangat positif. Kami mendukung penuh karena menyentuh langsung aspek keselamatan masyarakat,” ujar Salundik pada Sabtu (25/4/2026).

Electronic money exchangers listing

Menurutnya, edukasi terkait penanganan kebakaran sejak dini harus terus diperluas, tidak hanya di lingkungan instansi pemerintah, tetapi juga menjangkau permukiman warga hingga pelaku usaha kecil.

Ia menegaskan. Kemampuan dasar seperti penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), penanganan kebocoran gas, hingga teknik pemadaman sederhana menjadi bekal penting yang harus dimiliki masyarakat.

“Sering kali kebakaran membesar karena keterlambatan penanganan awal. Dengan pelatihan ini, masyarakat bisa bertindak cepat sebelum api meluas,” katanya.

Salundik juga mendorong Disdamkarmat untuk terus meningkatkan intensitas sosialisasi. Serta menjalin kolaborasi lintas sektor agar program pencegahan kebakaran bisa berjalan lebih masif dan berkelanjutan.

“Harapannya, kegiatan seperti ini tidak hanya bersifat insidental, tetapi menjadi program rutin yang terjadwal dengan baik,” tambahnya.

Sebelumnya, Disdamkarmat Kota Palangka Raya menggelar pelatihan pencegahan kebakaran bagi pekerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jekan Raya, Bukit Tunggal 4. Kegiatan tersebut difokuskan pada peningkatan kewaspadaan dan keterampilan menghadapi kondisi darurat kebakaran.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD, diharapkan kesadaran serta kesiapan masyarakat dalam menghadapi potensi kebakaran dapat terus meningkat, sehingga risiko kerugian maupun korban jiwa dapat ditekan. (jef)