Jakarta (ANTARA) - Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendorong pendidikan menjadi bagian strategis dalam Peta Jalan Riset Nasional yang tengah digagas.
Hal tersebut secara khusus dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) Reviu dan Validasi Peta Jalan Riset Bidang Pendidikan untuk menyempurnakan Buku Peta Jalan dan Agenda Riset Strategis Nasional, beberapa waktu lalu.
Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan, Fauzan Adziman dalam keterangan di Jakarta, Sabtu menegaskan, penyusunan peta jalan riset nasional tidak semata-mata berpusat pada bidang STEM, tetapi juga mengakomodasi cakupan sosial humaniora.
Menurut Fauzan pendidikan ditempatkan sebagai salah satu bidang sosial humaniora yang memiliki peran penting guna membangun talenta, memperkuat karakter, serta menjawab tantangan sosial dalam kerangka pembangunan.
“Pendidikan merupakan aspek kunci dalam pembangunan talenta nasional dan menjadi fondasi penting bagi berbagai bidang strategis dalam Buku Peta Jalan dan Agenda Riset Strategis Nasional. Ini juga menunjukkan bahwa Peta Jalan dan Agenda Riset Strategis Nasional tidak hanya berpusat STEM, tetapi juga memberi ruang kuat bagi bidang sosial humaniora, termasuk pendidikan, ekonomi dan bisnis, hukum dan sosial, serta bidang strategis lain seperti ketahanan bencana, lingkungan, dan infrastruktur,” ujar Dirjen Fauzan.
Tim penyusun bidang pendidikan yang dipimpin perwakilan Asosiasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Negeri Indonesia (ALPTKI), Markus Diantoro, telah merumuskan bidang ini ke dalam tiga fokus utama.
Tiga fokus tersebut meliputi persiapan lulusan pendidikan dasar dan menengah ke perguruan tinggi, kesiapan lulusan pendidikan tinggi terhadap perkembangan dunia kerja, serta penguatan akses pada pendidikan nonformal.
Lebih lanjut, Markus menekankan pendidikan memiliki urgensi yang sangat mendasar, karena pada akhirnya pembangunan di berbagai bidang strategis sangat bergantung pada kualitas manusia yang melaksanakannya.
“Kalau kita bicara bidang-bidang strategis, pada dasarnya yang harus kita bangun adalah manusianya. Keberhasilan teknologi, industri, produk, dan berbagai agenda strategis nasional sangat ditentukan oleh sumber daya manusia yang siap, adaptif, serta mampu mengikuti bahkan mendahului perubahan. Karena itu, pendidikan harus berjalan beriringan dan menjadi landasan bagi penguatan bidang-bidang strategis menuju Indonesia 2045,” ujar Prof. Markus.
Berbagai pemangku kepentingan yang hadir dalam forum turut memberikan masukan penting terkait penguatan kualitas guru, peningkatan literasi dan numerasi, hingga pemetaan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Melalui upaya penyempurnaan ini, Peta Jalan Riset Pendidikan diharapkan mampu mendorong kolaborasi lintas sektor serta memastikan kegiatan riset berkontribusi langsung pada penguatan talenta Indonesia.
Baca juga: Kemdiktisaintek genjot kolaborasi internasional pacu hilirisasi riset
Baca juga: Kemdiktisaintek bangun ekosistem riset melalui pendekatan konsorsium
Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Rini Utami
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·