Kemenbud Revitalisasi Fungsi Budaya Anjungan Daerah di TMII

Sedang Trending 1 hari yang lalu

Kementerian Kebudayaan memperkuat ekosistem kebudayaan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) melalui kolaborasi strategis dengan pengelola kawasan guna mempercepat revitalisasi fungsi budaya anjungan daerah. Upaya ini ditandai dengan rencana penyelenggaraan penghargaan Pradana Nitya Budaya pada 1 Mei 2026 mendatang, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Langkah tersebut diambil untuk mendorong peningkatan kualitas tata kelola dan menjadikan anjungan provinsi sebagai representasi budaya nasional yang otentik. Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, melakukan diskusi strategis bersama Direksi PT Bhumi Visatanda Indonesia selaku pengelola TMII untuk merumuskan penguatan fungsi anjungan tersebut pada Jumat (17/4/2026).

Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi poin krusial yang ditegaskan oleh Fadli Zon dalam pertemuan di kantor Kementerian Kebudayaan tersebut. Pihaknya mendorong agar setiap anjungan daerah benar-benar menjadi etalase yang merepresentasikan kekuatan budaya dari masing-masing provinsi di Indonesia.

Fadli juga memberikan sorotan khusus terhadap keberlanjutan museum melalui reformulasi kebijakan pembiayaan dan sistem tiket yang sedang dirumuskan. Selain itu, pemerintah menyiapkan dukungan finansial bagi komunitas melalui program bantuan tertentu.

"Melalui program dana bantuan 'Indonesia Raya', pemerintah turut memberikan dukungan kepada komunitas budaya dan pengelola anjungan untuk mengembangkan program berbasis ruang publik. Bantuan ini bersifat program dan ditujukan untuk kegiatan berkelanjutan, bukan operasional rutin. Pengajuan proposal diharapkan dilakukan secara terstruktur dan terkoordinasi agar mendorong terciptanya program budaya yang berkesinambungan dan berdampak luas bagi masyarakat," ucap Fadli, dalam keterangan tertulis, Jumat (17/4/2026).

Rencana jangka panjang juga mencakup pengembangan sumber daya manusia melalui jalur pendidikan formal. Hal ini termasuk wacana pembukaan jenjang pendidikan tinggi yang fokus pada sektor kebudayaan di kawasan TMII.

"Rencana pembentukan program seni budaya tingkat Magister atau Pascasarjana di Taman Mini Indonesia Indah akan didiskusikan lebih lanjut dengan berkoordinasi bersama lembaga seni budaya," tutup Fadli.

Plt. Direktur Utama PT Bhumi Visatanda Indonesia, Ratri Paramita, menyatakan bahwa proses persiapan menuju agenda besar tersebut telah berjalan sejak pertengahan Maret. Tahapan yang sudah dilakukan meliputi sosialisasi serta seleksi penilaian yang merujuk pada standar tata kelola tahun sebelumnya.

"Berbagai program aktivasi budaya terus digencarkan di kawasan Taman Mini melalui inisiatif 'Pertamanan Kaya Budaya' dan peluncuran program Sampurian dari Jawa Barat," jelas Ratri.

Ratri mengungkapkan bahwa sepanjang Maret hingga April 2026, TMII telah dan akan menyelenggarakan berbagai kegiatan lintas provinsi, mulai dari instalasi seni hingga pertunjukan musik. Kolaborasi dengan pihak eksternal seperti Sarinah juga dilakukan untuk memperkuat promosi produk UMKM daerah.