Garut (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengedukasi guru di Kabupaten Garut, Jawa Barat, agar memiliki pemahaman dalam mencegah tindak kekerasan maupun korupsi di lingkungan pendidikan sebagai persiapan membentuk karakter bangsa yang hebat dan jujur.
"Kita mempunyai target untuk melakukan pencegahan korupsi dimulai dari satuan pendidikan," kata Plt Sekretaris Inspektorat Jenderal, Kemendikdasmen, Ferdian Amran usai acara Internalisasi Pencegahan Korupsi dan Penanganan Kekerasan Dalam Menciptakan Sekolah Aman dan Nyaman di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis.
Ia menuturkan, Kemendikdasmen selama ini terus bergerak tidak hanya di Kabupaten Garut, tapi seluruh daerah di Indonesia untuk mengedukasi guru sekaligus mensosialisasikan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 6 Tahun 2026 tentang Sekolah Aman dan Nyaman.
Selama ini, lanjut dia, masih ada kejadian yang ramai dan menjadi pembahasan di media sosial terkait tindak kekerasan yang terjadi di lingkungan sekolah, khususnya terhadap guru.
Baca juga: Kemendikdasmen minta masyarakat melapor bila temukan pelanggaran SPMB
"Kita tahu ya bahwa banyak sekali yang viral terkait kekerasan di sekolah-sekolah, ya khususnya terhadap guru dan ini memang kita mencoba mencegah hal itu," katanya.
Ia menyampaikan, Kemendikdasmen mengharapkan lingkungan sekolah, khususnya saat ini di Kabupaten Garut harus menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk guru maupun anak didik.
Kegiatan itu, kata dia, menghadirkan peserta dari kalangan guru perwakilan sekolah tingkat dasar dan menengah untuk memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang upaya mencegah perilaku korupsi, maupun tindakan kekerasan.
"Guru-guru yang mendapat ilmu yang dari materi resmi ini dapat menyebarkan kembali, kita harapkan ilmu ini dapat disebarkan ke seluruh peserta didik dan seluruh tenaga pendidikan," katanya.
Baca juga: Kemendikdasmen paparkan strategi cegah kecurangan pada SPMB
Ia menyampaikan, selama ini Kemendikdasmen terus mengevaluasi dampak dari kegiatan tersebut di lingkungan sekolah, termasuk saat ini menyerap aspirasi guru dari Garut terkait langkah apa saja yang harus dilakukan dalam pencegahan korupsi dan kekerasan.
Sejumlah guru, lanjut dia, terkadang merasa takut salah untuk melakukan tindakan, sehingga adanya sosialisasi dan kegiatan edukasi saat ini memberikan pemahaman terhadap guru terkait langkah apa saja yang harus dilakukan dalam pencegahan kekerasan maupun perilaku korupsi.
"Makanya, kita sampaikan ini langkah-langkah apa saja yang harus ditindaklanjuti ya, terkait dengan kekerasan," katanya.
Kegiatan tersebut menghadirkan seratus guru perwakilan dari sejumlah sekolah di Kabupaten Garut, dan juga dihadiri sejumlah pejabat Kemendikdasmen, dan Anggota Komisi X DPR RI Ferdiansyah sebagai mitra dengan kementerian tersebut.
Baca juga: Soal bobot TKA dalam SPMB, Kemendikdasmen: Tergantung juknis Pemda
Pewarta: Feri Purnama
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
56 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·