Kemenhaj Larang Jemaah City Tour Jelang Puncak Haji Armuzna

Sedang Trending 4 jam yang lalu

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mengeluarkan instruksi tegas bagi jemaah haji untuk membatasi aktivitas fisik menjelang fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Salah satu poin utama adalah larangan bagi jemaah untuk melakukan perjalanan wisata kota atau city tour.

Dilansir dari Detikcom, kebijakan ini diambil untuk memastikan kondisi kesehatan jemaah tetap prima sebelum memasuki rangkaian ibadah yang paling menguras energi. Larangan tersebut mencakup agenda city tour, mengajak jemaah ziarah ke luar wilayah Makkah atau Madinah, serta kegiatan lain di luar kepentingan ibadah utama.

Pihak kementerian mengidentifikasi sejumlah risiko jika jemaah tetap memaksakan aktivitas di luar hotel. Beberapa di antaranya adalah kelelahan fisik yang ekstrem, penurunan kondisi kesehatan secara drastis, hingga risiko terganggunya kekhusyukan dan fokus selama pelaksanaan puncak haji.

Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaf, menekankan bahwa kesiapan fisik merupakan fondasi utama agar seluruh rangkaian rukun haji dapat berjalan optimal. Ia mengingatkan jemaah untuk mulai melakukan manajemen energi secara bijak sejak dini.

"Menjelang Armuzna, kami mengajak seluruh jemaah untuk mulai menghemat energi dan menjaga stamina. Jangan memaksakan aktivitas fisik yang tidak mendesak agar kondisi tubuh tetap prima saat memasuki fase puncak haji," ujar Maria Assegaf di Jakarta, Kamis (14/5).

Selain imbauan internal, Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi telah menyusun skenario mitigasi untuk menangani kepadatan pergerakan jemaah. Fokus utama pengamanan jalur berada pada rute Arafah menuju Muzdalifah serta pergerakan dari Muzdalifah menuju Mina.

Panduan Kesehatan bagi Jemaah

Jemaah haji sangat disarankan untuk memperbanyak waktu istirahat dan membatasi kegiatan di luar ruangan, terutama saat siang hari ketika suhu udara mencapai puncaknya. Kecukupan asupan cairan dan pola makan yang teratur menjadi kunci utama menghindari dehidrasi.

Bagi kelompok rentan seperti jemaah lansia, penyandang disabilitas, atau mereka dengan penyakit penyerta, koordinasi dengan petugas kesehatan sangat diutamakan. Jemaah diminta segera melapor kepada ketua regu atau petugas sektor jika merasakan keluhan kesehatan sekecil apa pun.

"Haji bukan hanya ibadah spiritual, tetapi juga ibadah fisik. Karena itu, stamina perlu dijaga sejak sekarang agar jemaah dapat menjalani Armuzna dengan baik," lanjut Maria.

Penggunaan alat pelindung diri sederhana juga menjadi rekomendasi resmi untuk menghadapi cuaca panas di Arab Saudi. Jemaah diharapkan selalu sedia payung, alas kaki yang nyaman, serta masker guna meminimalisir risiko gangguan kesehatan akibat paparan suhu ekstrem.