Kemenimipas Terapkan Tiga Inovasi Layanan Keimigrasian Jemaah Haji 2026

Sedang Trending 4 hari yang lalu

Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) menerapkan tiga inovasi keimigrasian untuk mengoptimalkan pelayanan bagi 183.411 jemaah haji Indonesia pada Rabu (15/4/2026). Langkah ini bertujuan mempermudah proses administrasi mulai dari pembuatan paspor hingga keberangkatan dan kepulangan jemaah.

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, menjelaskan bahwa kolaborasi intensif dengan Kementerian Haji dan Umrah memastikan pelayanan calon jemaah haji terlaksana maksimal. Dilansir dari Detikcom, data Direktorat Jenderal Imigrasi mencatat mayoritas pemohon menggunakan paspor elektronik dalam keberangkatan tahun ini.

Rincian permohonan paspor haji 2026 yang diajukan sepanjang tahun 2025 adalah sebagai berikut:

Data Permohonan Paspor Haji 2026Jenis PasporJumlah Permohonan
Paspor Elektronik171.097 paspor
Paspor Biasa Non-Elektronik11.608 paspor
Paspor Elektronik Polikarbonat706 paspor

Inovasi pertama adalah Paspor Simpatik Haji yang melayani pemohon setiap hari, termasuk akhir pekan, tanpa perlu pendaftaran daring. Selain itu, terdapat layanan Eazy Passport yang bersifat kolektif dan dilaksanakan di luar kantor imigrasi untuk menjangkau masyarakat lebih luas.

Inovasi kedua berupa perluasan layanan Makkah Route yang kini mencakup Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, melengkapi bandara di Jakarta, Surabaya, dan Solo. Fasilitas ini memungkinkan pemeriksaan keimigrasian Arab Saudi dilakukan langsung di bandara embarkasi Indonesia sehingga jemaah tidak perlu mengantre saat tiba di tujuan.

"Sehingga para jemaah tidak perlu lagi mengantre di konter Imigrasi bandara kita sebelum berangkat ke Arab Saudi. Hal ini sebagai bentuk kemudahan layanan demi menjamin rasa aman dan nyaman," kata Agus Andrianto, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Pada tahap kepulangan, Kemenimipas menyediakan teknologi Corridor Gate dengan fitur pemindai wajah (face recognition). Perangkat Immigration Seamless Process ini dipasang di Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta untuk mempercepat proses debarkasi jemaah saat kembali ke tanah air.

Pemeriksaan manual tetap disiagakan oleh petugas di lapangan sebagai langkah antisipasi jika terjadi kendala teknis pada sistem otomatis. Penggunaan teknologi pemindai wajah ini sebelumnya tercatat telah melayani 78 persen dari total jemaah haji kloter Jakarta pada periode tahun lalu.