Kemenkeu Kumpulkan 80 Triliun VND Melalui Obligasi Pemerintah Kuartal I 2026

Sedang Trending 4 hari yang lalu

Kementerian Keuangan berhasil mengumpulkan dana sebesar 80.101 miliar VND melalui 11 sesi lelang obligasi pemerintah sepanjang kuartal pertama yang berakhir pada Selasa, 14 April 2026. Capaian ini memenuhi 72,8 persen dari target triwulanan dan setara dengan 16 persen dari total rencana penerbitan tahunan sebesar 500.000 miliar VND.

Dilansir dari vietnam.vn, Departemen Keuangan Negara menghadapi tantangan besar akibat pengetatan likuiditas perbankan dan gejolak ekonomi global di Timur Tengah. Kondisi tersebut memicu lonjakan suku bunga antarbank semalam yang sempat menyentuh angka 17 persen per tahun, level tertinggi dalam satu dekade terakhir.

Data dari Bursa Efek Hanoi menunjukkan bahwa pada Maret 2026 saja, otoritas berhasil menghimpun 19.560 miliar VND melalui 16 sesi lelang. Meskipun menawarkan tenor hingga 30 tahun, pasar hanya menyerap obligasi berjangka waktu 5, 10, dan 15 tahun karena minimnya minat investor pada tenor panjang.

Suku bunga pemenang lelang pada bulan Maret tercatat mengalami kenaikan antara 2 hingga 10 basis poin dibandingkan bulan sebelumnya. Untuk tenor 5 tahun, bunga berada di angka 3,6 persen, sementara tenor 10 tahun dan 15 tahun masing-masing mencapai 4,11 persen dan 4,2 persen per tahun.

Rata-rata suku bunga penerbitan hingga akhir Maret 2026 berada pada level 4,06 persen per tahun, meningkat 0,8 poin persentase dibandingkan periode tahun 2025. Penyesuaian ini dilakukan untuk menyelaraskan diri dengan perkembangan pasar dan arah kebijakan moneter yang sedang berlangsung.

Di pasar sekunder, aktivitas perdagangan menunjukkan tren dinamis dengan nilai transaksi harian rata-rata mencapai 17.129 miliar VND per sesi pada bulan Maret. Investor asing tercatat memberikan kontribusi sebesar 5,03 persen dari total transaksi dengan aksi beli bersih senilai 33 miliar VND.

Jangka waktu jatuh tempo rata-rata dari portofolio obligasi saat ini dipertahankan pada angka 8,44 tahun. Langkah ini merupakan bagian dari strategi restrukturisasi utang pemerintah untuk mengurangi beban pembayaran utang jangka pendek pada anggaran pusat di tengah target pertumbuhan kredit nasional sebesar 15 persen.