Kemenkeu: Pajak jadi tulang punggung fiskal sisi penerimaan negara

Sedang Trending 48 menit yang lalu

Yogyakarta (ANTARA) - Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Bimo Wijayanto menyatakan bahwa di era sekarang ini pajak menjadi tulang punggung fiskal dari sisi penerimaan negara.

"Konteks besar dari mandat strategis Ditjen Pajak dan tantangan penerimaan negara tentu semua paham sekarang itu mau gak mau pajak menjadi tulang punggung fiskal dari sisi penerimaan negara," kata Bimo pada seminar Kolaborasi Optimal Menuju Pajak Adil dan Konsisten (KOMPAK) di UGM Yogyakarta, Kamis.

Dia mengatakan, sementara kalau melihat target penerimaan pajak 2026 di Indonesia itu mengalami kenaikan sekitar 22,9 persen dibanding pencapaian tahun lalu.

"Tahun lalu kita mencapai Rp1.917 triliun, tahun ini targetnya naik menjadi Rp2.357,7 triliun. Jadi setiap bulan kami harus mencatatkan kinerja paling tidak 23,9 persen, 'month to month' and 'year on year', akumulasi gitu," katanya.

Baca juga: Penerimaan pajak capai Rp646,3 triliun per April, tumbuh 16 persen

Dia mengatakan, oleh karena itu, yang harus dilakukan otoritas dari Ditjen Pajak Kemenkeu adalah 'tuning up' mesin pemungutan penerimaan negara ini.

"Jadi mandat strategisnya adalah untuk melakukan serangkaian 'action plan' dan mengeksekusi secara disiplin dengan mesin yang makin bersih, makin berintegritas, makin optimum di dalam 'collecting taxes'," katanya.

Menurut dia, pajak tidak lagi dapat dilihat sebagai instrumen penerimaan negara dalam arti sempit, tetapi juga bagian dari strategi ekonomi nasional, dan juga strategi menempatkan posisi Indonesia di dalam percaturan kompetisi global.

Dia mengatakan, hal tersebut karena fragmentasi global semakin nyata. Dan persaingan geopolitik global akan sangat mempengaruhi perdagangan, investasi hingga kebijakan fiskal.

Pewarta: Hery Sidik
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.