Kemenpora Pantau Rencana Pengunduran Diri Sejumlah Klub Liga Super

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Kementerian Belia dan Sukan (KBS) melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan sepak bola lokal menyusul laporan rencana pengunduran diri sejumlah klub dari kompetisi Liga Super pada Sabtu (18/4/2026). Langkah antisipasi ini dilakukan untuk mencegah krisis yang dapat mengganggu stabilitas ekosistem olahraga nasional.

Menteri Belia dan Sukan, Dr Mohammed Taufiq Johari, memberikan penegasan bahwa koordinasi dengan berbagai pihak terus diupayakan demi menjamin kelangsungan liga profesional tersebut. Penjelasan ini disampaikan usai peluncuran Proyek Planet Rakan Muda Tingkat Nasional 2026 di Taman Laut Pulau Redang.

"Kami akan terus memantau (perkembangan) dan mengadakan diskusi untuk menemukan solusi terbaik agar tidak terjadi konflik berskala besar di masa depan. Kami perlu mendalami masalah ini," kata Mohammed Taufiq Johari, Menteri Belia dan Sukan.

Pemerintah menyatakan tetap menghormati kedaulatan setiap klub dalam menetapkan keputusan strategis internal mereka. Pihak kementerian juga berencana meningkatkan komunikasi dengan pemangku kepentingan, termasuk Persatuan Bola Sepak Malaysia (FAM).

"Terkait hal ini, kementerian akan tetap mendapatkan informasi dan berdiskusi dengan pihak-pihak terkait, karena keputusan ini dibuat oleh klub itu sendiri," ujar Mohammed Taufiq Johari.

Kemenpora menilai dinamika yang terjadi merupakan bagian dari hak prerogatif masing-masing manajemen klub. Fenomena ini dipandang sebagai bentuk manajemen risiko jangka panjang oleh tim-tim peserta liga profesional.

"Saya melihat masalah ini sebagai keputusan dari masing-masing klub. Ini mungkin merupakan langkah strategis dari pihak mereka. Kami mengakui dan menyambut baik apa pun keputusan yang dibuat karena itu adalah hak prerogatif klub," kata Mohammed Taufiq Johari.

Kementerian turut memberikan perhatian pada reaksi publik di media sosial mengenai nasib tim-tim papan atas. Penyesuaian posisi di dalam liga dianggap wajar jika memberikan dampak positif bagi stabilitas internal klub.

"Namun jika ini adalah langkah strategis dari sisi finansial atau apa pun yang dianggap menguntungkan, maka kami menyambutnya dengan tangan terbuka," ujar Mohammed Taufiq Johari.

Berdasarkan laporan Bernama, isu pengunduran diri ini mencuat setelah Terengganu FC (TFC) mempertimbangkan untuk beralih ke Liga Semi-Pro A1 musim depan akibat kendala finansial. Presiden Persatuan Bola Sepak Negeri Terengganu (PBSNT), Hishamuddin Abdul Karim, mengonfirmasi bahwa pihaknya masih meninjau segala opsi yang tersedia sebelum mengambil keputusan final.