Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Pemerintah Kabupaten Magetan memperkuat langkah penyerapan telur ayam ras guna menjaga keberlangsungan usaha peternak rakyat di tengah melimpahnya produksi telur.
“Fokus utama kami adalah menjaga keberlanjutan usaha peternak rakyat sekaligus memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi,” kata Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Makmun dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.
Langkah tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magetan secara hybrid bersama Kementan, Bapanas, asosiasi perunggasan, peternak, dan pelaku usaha.
Pemerintah menilai kondisi surplus produksi telur harus dikelola secara cepat dan terukur agar tidak menekan harga di tingkat peternak. Karena itu, percepatan penyerapan, distribusi, serta penguatan konsumsi terus didorong guna menjaga stabilitas subsektor perunggasan nasional.
Baca juga: Kementan perkuat serapan-stabilisasi harga telur tingkat peternak
Kementan juga meminta pemerintah daerah mengatur dan menertibkan pedagang maupun peternak yang menjual telur jauh di bawah harga acuan pembelian/penjualan (HAP).
“Harus ada yang mengomando di daerah agar harga penjualan telur ada dalam rentang HAP sehingga para peternak mendapatkan keuntungan dan terus bersemangat meningkatkan produksinya,” ujar Makmun.
Ia mengatakan Kementan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, asosiasi perunggasan, kementerian dan lembaga terkait, serta pelaku usaha untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan baku pakan.
Selain itu, pemerintah juga memperkuat hilirisasi dan perluasan pasar hasil peternakan agar produksi peternak rakyat dapat terserap optimal.
“Pemerintah terus memperkuat hilirisasi, distribusi, dan perluasan pasar agar hasil produksi peternak dapat terserap lebih optimal,” katanya.
Baca juga: Bapanas salurkan 250 ton jagung SPHP tekan biaya pakan peternak di Magetan
Makmun menambahkan, sesuai arahan Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman, pemerintah memastikan negara hadir menjaga peternak rakyat agar tetap mampu berproduksi dan berkembang di tengah dinamika pasar.
Pemerintah optimistis penguatan penyerapan telur, distribusi antardaerah, pengendalian biaya produksi, serta peningkatan konsumsi protein hewani dapat menjaga stabilitas subsektor perunggasan nasional sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magetan Nur Haryani mengatakan pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah langkah cepat untuk membantu penyerapan produksi telur peternak.
“Pemerintah daerah akan memfasilitasi penyerapan telur melalui gerakan pembelian telur oleh ASN serta kampanye konsumsi telur kepada masyarakat. Ini menjadi langkah awal yang bisa segera dilakukan untuk membantu peternak,” ujarnya.
Baca juga: Bapanas sebut SPHP jagung pakan digulirkan sasar 5 ribu peternak
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Magetan juga memperkuat penyerapan telur melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG), bantuan sosial, dan berbagai program pemenuhan gizi masyarakat.
Menurut Nur Haryani, penyerapan telur melalui Program MBG akan ditingkatkan dari sebelumnya satu kali menjadi tiga kali dalam seminggu agar produksi telur peternak rakyat dapat lebih banyak terserap.
“Penyerapan telur melalui Program MBG akan kami tingkatkan dari sebelumnya satu kali menjadi tiga kali dalam seminggu. Harapannya, produksi peternak bisa lebih banyak terserap,” katanya.
Pemerintah daerah juga memperkuat program konsumsi telur melalui kegiatan posyandu, pemberian makanan tambahan (PMT), pencegahan stunting, dan program sosial lainnya agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat sekaligus membantu menjaga harga di tingkat peternak.
Untuk membantu menekan biaya produksi peternak, bantuan jagung subsidi melalui program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) mulai disalurkan pada Sabtu (9/5). Langkah tersebut diharapkan dapat membantu meringankan biaya pakan dan menjaga keberlanjutan usaha peternak rakyat.
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·