Kementerian Pertanian menegaskan bahwa penyaluran 1.098 ekor sapi kurban oleh Presiden Prabowo Subianto pada Hari Raya Idul Adha merupakan program rutin kedeputian istana yang sudah berjalan sejak era pemerintahan presiden-presiden sebelumnya.
Pernyataan tersebut disampaikan untuk merespons sorotan publik terkait penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN senilai Rp 100 miliar untuk pengadaan hewan kurban tersebut pada tahun ini, sebagaimana dilansir dari Money.
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menjelaskan bahwa mantan Presiden Joko Widodo juga secara berkala menggelontorkan bantuan kurban serupa ke berbagai daerah di seluruh Indonesia selama masa jabatannya.
“Itu kan bukan hanya pas Pak Prabowo saja dari zaman presiden-presiden sebelumnya juga Pak Jokowi juga saya waktu itu juga ada bantuan sapi ke banyak tempat, itu biasa terjadi,” kata Sudaryono pada Rabu (27/5/2026).
Pihak Kementerian Pertanian menilai program pembagian hewan kurban ini sebagai rutinitas tahunan Istana Kepresidenan yang berdampak positif karena menyebarkan kebahagiaan ke wilayah masjid, desa, hingga pondok pesantren.
Selain itu, bantuan sapi yang rata-rata berbobot di atas 800 kilogram hingga mendekati 1 ton per ekor ini diklaim mampu menggerakkan roda ekonomi dan memicu semangat para peternak lokal di daerah.
“Bahkan saking besarnya itu turun dari truk itu harus disiapkan pasir khusus ya. Karena kalau pada saat turunnya itu nggak benar waktu mendaratnya itu bisa kakinya bisa patah karena berat, saking beratnya itu,” ucap Sudaryono.
Ia juga menceritakan pengalamannya saat menghadiri acara kontes ternak di Wonosobo, Jawa Tengah, yang menunjukkan potensi besar dari hasil budidaya para peternak sapi domestik.
“Sapinya besar-besar. Ada yang satu ton lebih ada, 1,2 (ton), kalau tidak salah rekornya 1,4 hampir 1,5 itu,” kata Sudaryono.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Agung Suganda menambahkan bahwa pada tahun 2025 pihak istana telah menyalurkan sebanyak 981 ekor sapi kurban ke berbagai wilayah tanah air.
“Totalnya kurang lebih lebih dari 1.000 ekor, yang terdiri dari 600 ekor untuk provinsi dan 514 kabupaten/kota dan juga IKN, Bapak,” kata Agung.
Kementerian Pertanian menetapkan standar bahwa setiap titik lokasi pemotongan harus menerima sapi bantuan presiden dengan berat minimal 800 kilogram, atau diganti dua ekor jika bobotnya kurang.
“Beratnya totalnya itu minimal harus 800 kilo per sapinya,” kata Agung.
Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro sebelumnya mengonfirmasi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa (26/5/2026) bahwa seluruh komoditas hewan kurban dibeli langsung dari peternak lokal menggunakan skema anggaran negara.
“Jadi sumber anggarannya dari APBN ya melalui anggaran Bantuan Presiden, Bantuan Kemasyarakatan Presiden,” kata Juri.
Berdasarkan dokumentasi resmi, kebijakan ini selaras dengan langkah mantan Presiden Joko Widodo yang tercatat menyalurkan sapi kurban sehat bebas penyakit ke 38 provinsi pada Hari Raya Idul Adha 1444 Hijriah.
“Bapak Presiden akan memberikan sapi kurban dalam rangka Idul Adha 1444 Hijriah tahun 2023. Kalau tahun lalu itu (disalurkan ke) 34 provinsi, sekarang ditambah dengan provinsi yang baru terbentuk jadi menjadi 38,” kata Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono pada Jumat (23/5/2026).
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·