Kementerian Ekraf bawa 10 jenama lokal ke Café Brasserie Expo 2026

Sedang Trending 3 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) menghadirkan 10 jenama unggulan subsektor kuliner dan minuman berbasis kekayaan alam serta budaya lokal Indonesia di Café Brasserie Expo (CBE) 2026.

Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kementerian Ekraf, Yuke Sri Rahayu menyampaikan bahwa partisipasi ini menjadi langkah memperluas jejaring bisnis dan memperkuat posisi produk kreatif Indonesia di pasar global.

“Produk minuman Indonesia bukan sekadar komoditas, tetapi representasi budaya, tradisi, dan inovasi. Kami ingin menunjukkan bahwa produk kreatif Indonesia mampu bersaing di pasar global dengan nilai tambah yang tinggi,” kata Yuke dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Baca juga: Kementerian Ekraf jalin kolaborasi tentang pemanfaatan KI lokal

Yuke mengatakan, jenama binaan yang dibawa Kementerian Ekraf di ajang tersebut yaitu Forest Beverage, Prospero Food, Made Tea, Sila Artisan Tea, El’s Coffee, Kalara Borneo, Battenberg Tiga Indonesia, Cokelatin.

Adapun mitra strategis Kementerian Ekraf yaitu Bumi Boga Laksmi dan Ramoe.

Menurut dia, seluruh jenama telah melalui proses kurasi berdasarkan kualitas produk, inovasi, dan kesiapan ekspor.

Partisipasi ini juga didukung tren positif ekspor komoditas minuman nasional, terutama kopi Indonesia.

Baca juga: Wamenekraf soroti peran perempuan dalam industri kreatif

Pada 2025, nilai ekspor kopi Indonesia mencapai sekitar 2,5 miliar dolar AS dengan volume ekspor sekitar 508 ribu ton.

Indonesia juga menjadi salah satu produsen kopi terbesar dunia dengan varietas unggulan Arabika dan Robusta dari Aceh hingga Papua.

Keragaman cita rasa dan praktik budidaya tradisional menjadi kekuatan kopi Indonesia di pasar Amerika Serikat, Eropa, dan Timur Tengah.

Baca juga: Kemenekraf dorong subsektor kriya tembus pasar global

Selain kopi, teh Indonesia memiliki potensi besar sebagai produk premium dan specialty tea di pasar global.

Karakter rasa yang khas membuat teh Indonesia memiliki pasar ekspor yang stabil di kawasan Asia, Timur Tengah, dan Eropa.

Kementerian Ekraf juga melihat peluang besar dari tren global gaya hidup sehat yang mendorong pertumbuhan pasar minuman fermentasi dan probiotik.

Baca juga: Kemenekraf dan mahasiswa kampanyekan fesyen berkelanjutan

Kekayaan bahan baku lokal dan tradisi fermentasi Indonesia dinilai mampu memperkuat daya saing produk di pasar wellness global.

Melalui keikutsertaan di Café Brasserie Expo 2026, Kementerian Ekraf berharap dapat meningkatkan eksposur produk Indonesia dan membuka peluang transaksi bisnis internasional.

"Kementerian Ekraf juga terus mendukung pelaku usaha melalui penguatan kapasitas produksi, branding, dan akses pasar global," ujarnya.

Baca juga: Kemenekraf dorong pegiat ekraf startup nasional naik kelas

Pewarta: Adimas Raditya Fahky P
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.