KEMENTERIAN Keuangan mengumumkan hasil lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara pada Selasa, 21 April 2026. Total penawaran investor yang masuk dari lelang sukuk pekan ini sebesar Rp 33,5 triliun.
Seri SBSN yang dilelang adalah seri SPN-S (Surat Perbendaharaan Negara-Syariah) dan PBS (Project Based Sukuk). “Total nominal yang dimenangkan dari kedelapan seri yang ditawarkan adalah Rp 15 triliun,” demikian dikutip dari laman Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Rabu, 22 April 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Kedelapan seri yang ditawarkan pekan ini merupakan seri obligasi yang sudah pernah diterbitkan sebelumnya (reopening). Di antaranya seri SPNS01062026, SPNS12102026, SPNS03022027, PBS030, PBS040, PBSG002, PBS034 dan PBS038. Seri yang paling diminati adalah PBS038 dan PBS030 dengan penawaran masuk masing-masing sebesar Rp 8,467 triliun dan Rp 5,199 triliun.
Tujuan lelang untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. Dengan target indikatif Rp 12 triliun, maksimal yang dimenangkan dapat mencapai 200 persen.
Minat investor pada lelang sukuk pekan ini sedikit lebih tinggi dibanding lelang sebelumnya. Dalam lelang sukuk 7 April 2026 lalu, total penawaran yang masuk atau incoming bids mencapai Rp 30,9 triliun dan pemerintah memutuskan memenangkan Rp 15 triliun.
Penawaran obligasi pemerintah merupakan bagian dari pembiayaan anggaran dan juga menalangi defisit APBN tahun ini yang ditargetkan mencapai Rp 689,1 triliun. Berdasarkan undang-undang anggaran pendapatan dan belanja negara tahun anggaran 2026 atau UU APBN nomor 17 tahun 2025, pembiayaan utang tahun ini ditargetkan Rp 832,2 triliun. Angkanya naik dibanding target tahun lalu yang sebesar Rp 775,9 triliun.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·