Direktorat Jenderal Bea dan Cukai memastikan belum akan membuka penerimaan pegawai baru dalam waktu dekat. Penundaan ini tetap dilakukan meskipun instansi tersebut saat ini tengah menghadapi kendala kekurangan sumber daya manusia di berbagai lini pengawasan.
Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budi Utama, mengungkapkan bahwa pihaknya memilih untuk menunggu mekanisme rekrutmen nasional. Proses seleksi nantinya akan diintegrasikan melalui penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil secara serentak.
"Ya kita sama-sama ini, sama-sama rekrut yang lain gitu, jadi tidak secara terpisah, tetapi kita akan bersama dengan sistem nasional," kata Djaka ditemui kompleks Parlemen DPR RI pada Senin (15/6/2026).
Kebijakan penundaan ini menjadi babak baru dari rencana sebelumnya yang sempat disampaikan oleh pihak kementerian. Berdasarkan laporan yang dikutip dari Money, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa awalnya berencana membuka ratusan lowongan kerja khusus untuk memperkuat sektor teknis lapangan.
Rencana awal tersebut memproyeksikan pembukaan lowongan bagi lulusan sekolah menengah atas pada bulan April 2026. Namun, pelaksanaannya kini harus disesuaikan kembali dengan regulasi pengadaan pegawai di tingkat pusat.
Merespons perbedaan lini masa tersebut, Djaka menjelaskan bahwa langkah koordinasi intensif terus berjalan. Pihaknya kini sedang menyelaraskan kebutuhan internal dengan Badan Kepegawaian Negara.
"Mungkin kita masih koordinasi ya dengan BKN, karena kita tidak bisa tidak lepas dari sistem nasional yang sudah berlaku," tambahnya.
Keterikatan dengan sistem birokrasi nasional pengadaan aparatur sipil negara menjadi alasan utama pembukaan lowongan tidak bisa berjalan mandiri. Pengelola otoritas kepabeanan ini menegaskan kepatuhan penuh terhadap arahan tata kelola kepegawaian yang berlaku secara nasional.
Sebelumnya, urgensi penambahan personel ini mencuat demi mengoptimalkan fungsi pengawasan di titik-titik krusial perdagangan internasional. Kebutuhan tenaga teknis dinilai sudah sangat mendesak seiring meningkatnya volume arus keluar masuk barang.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai beban kerja di sektor kepabeanan membutuhkan pos-pos pengawasan yang diisi oleh petugas yang siap sedia di area operasional. Kebutuhan operasional ini mencakup penempatan personel di pelabuhan laut hingga terminal kedatangan bandar udara internasional untuk menjamin pelayanan yang responsif.
“Kalau di Keuangan sendiri kita tidak lama seperti saya bilang dulu kan buka di Bea Cukai 300 lulusan SMA. Karena saya perlu orang juga yang level pekerjanya betul-betul di level teknis di lapangan. Mungkin bulan depan dibuka,” ujar Purbaya ditemui di Kementerian Keuangan pada Selasa (7/4/2026).
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·