Kementerian PU Matangkan Skenario untuk Uji Coba Ulang Sistem Tol MLFF

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah menyiapkan uji coba ulang sistem transaksi tol nontunai nirsentuh nirhenti atau Multi Lane Free Flow (MLFF). Langkah ini dilakukan dengan mematangkan berbagai skenario penerapan di jalan tol Indonesia, seperti dikutip dari Medcom.

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), PT Roatex Indonesia Toll System (RITS), dan tim pengendali kini sedang menyusun detail pengujian tersebut. Proses ini bertujuan untuk memastikan sistem pembayaran tol tanpa berhenti dapat berjalan secara optimal.

Plt Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum Kementerian PU, Ni Komang Rasminiati, menjelaskan bahwa pemerintah saat ini berfokus pada pendetailan persiapan sebelum pengujian kembali dilaksanakan.

"Mengenai Multi Lane Free Flow sebagaimana sudah dijelaskan juga oleh Bapak Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PU Wilan Oktavian bahwa tahap ini kita sedang melakukan pendetailan penyiapan untuk rencana uji coba kembali terhadap sistem ini, (apakah) bisa diaplikasikan atau tidak terhadap ekosistem jalan tol di Indonesia," ujar Komang.

Komang menambahkan bahwa kolaborasi antar-tim terus berjalan intensif untuk merumuskan teknis pengujian di lapangan.

"Saat ini dari kami tim di BPJT bersama tim dari pihak RITS dan juga ada tim pengendali ini sedang menyiapkan penyiapan skenario-skenario untuk mendetailkan yang harus diujicobakan kembali, untuk memastikan bahwa sistem ini bisa diaplikasikan di ekosistem jalan tol kita," katanya.

Sistem MLFF mengandalkan teknologi Global Navigation Satellite System (GNSS) yang terintegrasi dengan aplikasi Cantas agar pengguna jalan bisa bertransaksi tanpa perlu menghentikan kendaraan. Teknologi ini juga terhubung dengan data Electronic Registration and Identification (ERI) milik Korlantas Polri.

Penerapan sistem baru ini diproyeksikan mampu memberikan efisiensi pada biaya operasional sekaligus memangkas konsumsi bahan bakar kendaraan.

Pemerintah optimistis MLFF dapat membatasi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi melalui pengurangan antrean di gerbang tol. Saat ini, jalur tol di Indonesia melayani sekitar 4 juta transaksi setiap hari, di mana kemacetan yang terjadi memicu pemborosan energi dan peningkatan polusi udara.