Liputan6.com, Jakarta - Perayaan besar dalam tradisi Kekristenan selalu menghadirkan momen refleksi mendalam, terkait perjalanan iman umat terhadap sosok Yesus Kristus. Salah satu peristiwa penting tersebut berkaitan erat dengan kenaikan Yesus ke surga setelah kebangkitan-Nya dari kematian. Dalam diskusi teologis maupun historis, sering muncul pertanyaan mengenai istilah tepat antara Kenaikan Isa Almasih atau Kenaikan Yesus Kristus, sebagai penyebutan resmi maupun penggunaan dalam konteks keagamaan modern.
Dalam perkembangan bahasa dan administrasi keagamaan di Indonesia, penggunaan istilah mengalami penyesuaian mengikuti kebijakan resmi negara maupun tradisi gerejawi internasional. Perbedaan istilah tersebut sering menimbulkan rasa ingin tahu, mengenai makna serta latar belakang penggunaannya di berbagai konteks ibadah. Topik Kenaikan Isa Almasih atau Kenaikan Yesus Kristus menjadi pembahasan menarik, ketika dikaitkan sejarah penamaan dalam dokumen keagamaan dan kalender nasional.
Selain aspek linguistik, pemahaman terhadap peristiwa kenaikan juga melibatkan dimensi spiritual mendalam bagi umat Kristen di seluruh dunia. Peristiwa ini tidak hanya dipandang sebagai catatan sejarah, melainkan juga sebagai fondasi iman tentang pemuliaan Kristus di surga. Dalam konteks ini, istilah Kenaikan Isa Almasih atau Kenaikan Yesus Kristus sering digunakan, untuk menggambarkan satu peristiwa sama dari sudut pandang penamaan berbeda.
Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (5/5/2026)
Apa Itu Kenaikan Isa Almasih atau Kenaikan Yesus Kristus?
Kenaikan Isa Almasih atau Kenaikan Yesus Kristus adalah peristiwa penting dalam iman Kristen yang memperingati saat Yesus Kristus diangkat ke surga setelah 40 hari bangkit dari kematian pada peristiwa Paskah. Dalam keyakinan umat Kristen, momen ini bukan hanya sekadar perpisahan fisik, melainkan bagian dari pemuliaan Yesus setelah menyelesaikan karya keselamatan di dunia.
Peristiwa ini diyakini terjadi di hadapan para murid-Nya, ketika Yesus naik ke langit dan kemudian tidak lagi terlihat secara fisik karena tertutup awan, sebagaimana dicatat dalam Kitab Suci. Setelah itu, para murid kembali ke Yerusalem dengan penuh sukacita dan pengharapan, menantikan janji turunnya Roh Kudus.
Dalam makna teologisnya, Kenaikan Isa Almasih atau Kenaikan Yesus Kristus menegaskan kepercayaan bahwa Yesus hidup dan berkuasa di surga, duduk di sebelah kanan Allah Bapa. Peristiwa ini juga menjadi dasar keyakinan akan pengharapan umat Kristen terhadap kehidupan kekal serta kedatangan Kristus kembali di akhir zaman.
Sebagai hari libur nasional di Indonesia, perayaan ini telah mengalami perubahan nomenklatur. Sejak tahun 2024, nama resmi hari libur tersebut adalah "Kenaikan Yesus Kristus", menggantikan "Kenaikan Isa Almasih". Perubahan ini didasari oleh usulan dari umat Kristen dan Katolik di Indonesia agar penamaan hari libur disesuaikan dengan sebutan umum yang mereka yakini.
Sejarah Peringatan Kenaikan Yesus Kristus
Dilansir dari Ensiklopedia Britannica, peristiwa Kenaikan Yesus Kristus dipahami sebagai momen sakral ketika Yesus Kristus diangkat naik ke langit dan kemudian tidak lagi tampak oleh pandangan para murid-Nya, setelah keberadaan-Nya perlahan tertutup oleh awan yang menjadi simbol transisi dari dunia fana menuju dimensi ilahi. Kenaikan Yesus Kristus dalam keyakinan umat Kristiani berakar pada pemahaman teologis mengenai pemuliaan serta peninggian Yesus setelah melalui kematian dan kebangkitan-Nya, sekaligus menjadi penegasan akan kembalinya Dia kepada Allah Bapa di surga.
Dalam Injil Yohanes, peristiwa tersebut tidak hanya dipahami sebagai perpindahan secara fisik dari bumi menuju surga semata, melainkan dipandang sebagai peristiwa rohani yang sangat mendalam dan penuh makna, yang menunjukkan kesatuan hakiki antara Yesus dengan Allah Bapa dalam kemuliaan ilahi yang kekal. Meskipun dalam Alkitab tidak terdapat uraian naratif yang sangat panjang dan terperinci mengenai peristiwa tersebut, namun catatan mengenai Kenaikan Yesus tetap disampaikan secara eksplisit dalam beberapa bagian kitab suci. Salah satunya terdapat dalam Markus 16:19 yang menyatakan, "Sesudah Tuhan Yesus menyampaikan pesan-pesan terakhir kepada murid-muridnya, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah".
Selain itu, peristiwa Kenaikan Yesus Kristus juga dijelaskan secara lebih rinci dalam Lukas 24:50–52, yang menggambarkan bagaimana Yesus membawa para murid-Nya keluar dari kota hingga ke dekat Betania, kemudian mengangkat tangan-Nya untuk memberkati mereka. Pada saat proses perpisahan tersebut berlangsung dan Yesus terangkat ke surga, para murid menyaksikan kejadian itu dengan penuh kekaguman, lalu mereka bersujud menyembah-Nya dan kembali ke Yerusalem dengan hati yang dipenuhi sukacita yang besar dan mendalam.
Peristiwa Kenaikan Yesus Kristus diyakini terjadi empat puluh hari setelah Kebangkitan-Nya pada Hari Paskah, sehingga memiliki keterkaitan erat dalam rangkaian peristiwa penting iman Kristen. Selain itu, peristiwa ini juga memiliki hubungan teologis dengan perayaan turunnya Roh Kudus pada Hari Pentakosta, yang menjadi kelanjutan dari karya keselamatan dalam tradisi Kristiani. Secara tradisional, Hari Kenaikan diperingati setiap hari Kamis sebagai hari keempat puluh setelah Paskah, meskipun dalam beberapa denominasi Kristen tertentu, perayaan tersebut dipindahkan ke hari Minggu berikutnya sebagai bentuk penyesuaian liturgi dan kebiasaan ibadah masing-masing gereja.
Makna Teologis Kenaikan Yesus Kristus
Dalam sudut pandang teologi Kristen, peristiwa Kenaikan Isa Al-Masih dipahami sebagai sebuah realitas iman yang memiliki kedalaman makna sangat luas dan tidak dapat dibatasi hanya sebagai kejadian sejarah biasa yang tercatat dalam rentetan peristiwa masa lalu. Peristiwa tersebut dipandang sebagai puncak pemuliaan Kristus, di mana Yesus Kristus diteguhkan kembali sebagai Anak Allah yang memiliki otoritas ilahi atas seluruh ciptaan, baik yang berada di langit maupun di bumi, serta kini berada dalam kemuliaan tertinggi di hadapan Allah Bapa sebagai bagian dari penggenapan karya keselamatan.
Selain itu, peristiwa tersebut juga mengandung janji eskatologis yang sangat penting, yakni mengenai kedatangan Yesus Kristus kembali ke dunia pada akhir zaman. Janji ini tercatat dalam Kisah Para Rasul 1:11, yang berbunyi, "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga." Kutipan tersebut menjadi sumber pengharapan rohani yang sangat kuat bagi umat Kristen di berbagai belahan dunia, karena menegaskan bahwa sejarah keselamatan belum berakhir dan masih akan mencapai puncaknya pada waktu yang telah ditentukan menurut iman Kristen.
Makna lainnya yang tidak kalah penting adalah dimulainya mandat agung bagi gereja untuk melanjutkan karya pelayanan di dunia. Sebelum Yesus terangkat ke surga, Ia terlebih dahulu memberikan perintah kepada para murid untuk menjadi saksi-Nya di seluruh penjuru bumi, sebagaimana tertulis dalam Kisah Para Rasul 1:8. Perintah ini menjadi fondasi utama bagi gereja dalam menjalankan tugas penginjilan, pewartaan Injil, serta pelayanan kasih kepada seluruh umat manusia, dan terus menjadi dasar gerakan misi Kristen hingga masa kini tanpa terputus oleh waktu.
FAQ Seputar Topik
Apa itu Kenaikan Isa Almasih atau Kenaikan Yesus Kristus?
Kenaikan Isa Almasih atau Kenaikan Yesus Kristus adalah peristiwa terangkatnya Yesus Kristus ke surga setelah kebangkitan-Nya dari kematian, yang diperingati 40 hari setelah Hari Raya Paskah.
Kapan Kenaikan Yesus Kristus diperingati setiap tahun?
Kenaikan Yesus Kristus diperingati setiap tahun pada hari Kamis, tepat 40 hari setelah Minggu Paskah, dan selalu jatuh 10 hari sebelum Hari Raya Pentakosta.
Mengapa nama hari libur nasional Kenaikan Isa Almasih diganti?
Nama hari libur nasional Kenaikan Isa Almasih diganti menjadi Kenaikan Yesus Kristus mulai tahun 2024 atas permintaan umat Kristen dan Katolik di Indonesia, untuk menyesuaikan dengan terminologi yang lebih umum dalam kekristenan global.
Apa makna teologis Kenaikan Yesus Kristus bagi umat Kristen?
Bagi umat Kristen, Kenaikan Yesus Kristus memiliki makna penyelesaian pelayanan-Nya di dunia, peninggian-Nya oleh Allah Bapa, serta permulaan pekerjaan-Nya sebagai Imam Agung dan perantara bagi perjanjian yang baru.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·