Kenali Faktor dan Pencegahan Penyakit Malaria

Sedang Trending 1 jam yang lalu

PENYAKIT malaria masih menjadi tantangan di Indonesia. Dokter Okupasi Rumah Sakit Siloam Sri Haryati mengingatkan pentingnya masyarakat memahami penyakit malaria yang masih banyak ditemukan kasusnya di Indonesia. "Malaria merupakan penyakit yang dapat dicegah apabila masyarakat memiliki pemahaman yang baik mengenai gejala serta cara pencegahan. Kami berharap masyarakat dapat lebih waspada terhadap gejala awal malaria serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat untuk mengurangi risiko penularan," ujar Sri Haryati dalam acara peringatan Hari Malaria Sedunia pada 25 April 2026 di Helens Night Mart Yogyakarta.

Malaria adalah penyakit infeksi menular yang dapat menyebar melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Hampir sama dengan gejala demam berdarah, malaria umumnya ditandai dengan demam dan menggigil selama beberapa hari. Penularan malaria terjadi ketika nyamuk Anopheles betina yang telah terinfeksi Plasmodium menggigit manusia.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Sri menjelaskan berbagai gejala malaria yang perlu diwaspadai oleh masyarakat. Ada demam tinggi yang terjadi secara berkala, menggigil, sakit kepala, mual dan muntah, hingga rasa lemas berlebihan. Pasien juga bisa mengalami diare, nyeri otot, kelelahan, nyeri perut, kesulitan bernapas, hingga kehilangan selera makan, terakhir detak jantung meningkat.

Dalam laman resmi Siloam, pasien yang terinfeksi malaria biasanya baru mengalami gejala dalam kurun waktu 10 hari hingga 4 minggu pascagigitan pertama. Akan tetapi, tak jarang gejala tersebut muncul dalam waktu 7 hari setelah terinfeksi.

Ada tiga faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit malaria. Pertama dari segi usia. Malaria dapat terjadi pada semua kalangan usia, tetapi penyakit ini rentan dialami oleh anak berusia di bawah 5 tahun. Lalu faktor tempat tinggal di lingkungan dengan iklim tropis. Malaria sangat umum terjadi pada negara atau daerah yang memiliki iklim tropis, termasuk Indonesia. Terakhir adalah faktor minimnya fasilitas kesehatan. Minimnya akses atau kurangnya ketersediaan fasilitas kesehatan yang menghambat pengobatan malaria dapat meningkatkan peluang tertular malaria dan berkembangnya penyakit menjadi kondisi yang lebih parah.

Menurut anjuran Kementerian Kesehatan, ada beberapa upaya yang perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit malaria. Pertama membersihkan lingkungan dengan air mengalir serta jangan lupa membersihkan peralatan rumah tangga secara rutin. Kedua, jika memiliki tempat penampungan air seperti kolam ikan, disarankan untuk menebarkan ikan pemakan jentik nyamuk. Perlu juga untuk menutup penampungan air saat tidak digunakan. Masyarakat juga sebaiknya menghindari aktivitas di dekat perairan saat malam hari karena nyamuk malaria lebih aktif di malam hari. "Penting pula menggunakan kelambu saat tidur, serta menggunakan obat anti nyamuk terutama pada malam hari," kata Sri.

Masih dalam rangka memperingati Hari Malaria Sedunia, Komisaris Utama Holywings Group dan Ketua Program CSR Holywings Peduli Andrew Susanto mengajak masyarakat untuk mau lebih peduli terhadap kesehatan diri dan lingkungan. "Momentum Hari Malaria Sedunia menjadi kesempatan bagi kami untuk menghadirkan layanan kesehatan yang bermanfaat serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan penyakit," ujar Andrew kepada 150 peserta acara diskusi kesehatan.