KERICUHAN terjadi saat Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Fauzan muncul di tengah demonstrasi mahasiswa di kantor Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi pada Senin sore, 4 Mei 2026. Mahasiswa yang berasal dari sejumlah universitas di Jakarta langsung mengerubungi Fauzan yang keluar dari gedung Kemendiktisaintek dengan pengawalan polisi.
Pilihan editor: TNI Melatih Penerima Beasiswa LPDP Mencegah Gegar Budaya
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Kericuhan terjadi saat mahasiswa mulai mengatur format tempat duduk untuk beraudiensi dengan Fauzan. Sejumlah mahasiswa saling dorong dan mulai terpancing emosi dengan beradu mulut.
Mahasiswa lain yang menyaksikan dan petugas keamanan berusaha melerai. Situasi tegang itu tidak bertahan lama, setelah mahasiswa dari Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta menyanyikan lagu peringatan agar tidak terprovokasi.
"Hati-hati, hati-hati provokasi. Hati-hati, hati-hati provokasi," demikian penggalan lirik yang disenandungkan massa aksi. Sekitar 15 menit kemudian, mahasiswa mengikuti arahan untuk duduk seperti Fauzan.
Perwakilan mahasiswa dari Universitas Indonesia, Aliansi Cipayung Plus, hingga BEM SI Kerakyatan bergantian menyampaikan kritik terhadap kebijakan pendidikan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Para mahasiswa protes karena anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBN, sebagiannya diperuntukkan buat proyek makan bergizi gratis. Mereka menuntut MBG dihentikan.
Selain itu, mereka juga mengeluhkan wacana penutupan sejumlah prodi jurusan yang dinilai tidak relevan dengan kebutuhan lapangan. "Yang salah buka prodi, yang salah pemerintah karena tidak bisa menyesuaikan kebutuhan lapangan kerja," kata perwakilan mahasiswa UI yang mengenakan jas kuning.
Wamendiktisantek Fauzan kemudian memberikan tanggapan terhadap sejumlah persoalan yang disoroti mahasiswa. Dia mengatakan tidak ada penutupan prodi sebagaimana yang pernah disampaikan Kemendiktisaintek.
"Tidak ada penutupan program studi. Yang ada adalah penataan. Artinya penataan itu tidak menutup. Penataan itu memberikan penguatan terhadap program studi-program studi. Dan ini juga tidak hanya persoalan keguruan, tetapi juga program-program studi yang lain," kata dia.
Mahasiswa tidak langsung puas mendengar jawaban Fauzan. Ia mendapat cap sebagai pembohong dari sebagian mahasiswa.
Aksi mahasiswa sepanjang sore di depan gedung Kemendiktisaintek, Jakarta Pusat, diiringi hujan deras. Massa dari BEM SI Kerakyatan meninggalkan audiensi sebelum Fauzan menjawab kritik dari mahasiswa. Mereka menuju gedung Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah karena merasa aspirasinya tidak didengarkan oleh Fauzan.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·