Ketahui mengapa bintik hitam muncul di wajah dan pencegahannya

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Persoalan hiperpigmentasi kerap timbul pada wanita berusia 30-an ke atas, bukan secara tiba-tiba melainkan berkembang secara bertahap.

Kondisi ini dipengaruhi oleh paparan sinar matahari secara kumulatif, penuaan alami dan perubahan hormonal dari Waktu ke Waktu bukannya secara tiba-tiba muncul.

"Pigmen dapat tetap berada di lapisan kulit yang lebih dalam sebelum akhirnya muncul ke permukaan. Pada saat bintik-bintik gelap terlihat jelas, bintik-bintik tersebut sudah terbentuk di dalam kulit," ujar Direktur Medis Cambridge Medical Group dr. Shirley Kwee sebagaimana dikutip Channel News Asia, Selasa (12/5) waktu setempat.

Pigmentasi ini, kata dia, kerap tidak disadari serta jarang sekali terbentuk dan muncul secara tiba-tiba dalam semalam.

Baca juga: Kiat merawat kulit sensitif hingga hiperpigmentasi selama libur

Baca juga: Jaga kelembaban kulit dengan skincare mengandung hyaluronic acid

Hiperpigmentasi terbentuk Ketika melanin menumpuk di kulit. Melanin dibentuk oleh sel khusus berfungsi sebagai pelindung kulit dari radiasi UV yang terletak di lapisan terdalam epidermis.

Adapun beberapa jenis hiperpigmentasi meliputi melasma yang berkaitan dengan fluktuasi horon, lentigo Surya yang biasa dikenal sebagai bitnik matahari yang ditandai dengan bintik-bintik gelap kecil dan jelas yang disebabkan paparan sinar matahari berkepanjangan serta hiperpigmentasi pasca inflamasi yang berkembang setelah peradangan kulit seperti jerawat, eksim atau cedera.

Pencegahan
Pencegahan menjadi Langkah yang lebih efektif daripada pengobatan, hal yang bisa dilakukan adalah perlindungan matahari secara konsisten dengan menggunakan tabir surya.

"Penggunaan tabir surya setiap hari adalah hal yang mutlak," kata Dr. Kwee.

Selain itu, membatasi paparan sinar matahari langsung juga disarankan serta menghindari jam-jam puncak sinar UV untuk mengurangi risiko pigmentasi.

Selain itu, kata dai, terdapat melasma yang lebih sulit dicegah yang disebabkan perubahan hormonal seperti estrogen dan progesterone yang bisa meningkatkan sensitivitas kulit terhadap radiasi UV.

Melasma kerap memburuk saat masa kehamilan atau penggunaan kontrasepsi hormonal. Meski demikian, ia menggarisbawahi bahwa kulit lebih reaktif pada sinar UV dan panas.

Perawatan rutin dengan mengonsumsi vitamin C juga disarankan untuk mengurangi stress oksidatif yang disebabkan paparan sinar UV.

Baca juga: Melasma, flek di wajah yang mengganggu dan cara menanganinya

Baca juga: Apa itu melasma dan benarkah dapat dicegah?

Baca juga: Cara gunakan skincare yang mengandung niacinamide bagi pemula

Penerjemah: Sinta Ambarwati
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.