Menjadi jaringan restoran cepat saji populer di dunia, nama KFC tidak selalu sama di setiap lokasi. Misalnya di Quebec, Kanada, namanya diubah karena alasan khusus.
KFC atau Kentucky Fried Chicken merupakan jaringan restoran cepat saji asal Amerika Serikat yang populer. Restoran ini dikenal dengan menu ayam gorengnya yang berbumbu khas.
Awalnya didirikan oleh Harland Sanders pada tahun 1952 di Kentucky dan berkembang pesat dari sistem waralaba. Dalam beberapa dekade, KFC pun menjadi salah satu restoran cepat saji terbesar di dunia. Cabang KFC juga tersebar di lebih dari 150 negara, termasuk Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun bisa ditemukan di banyak negara, ternyata tidak semua gerai KFC memiliki nama sama. Misalnya di Quebec, Kanada, namanya bukan disebut KFC karena alasan tertentu.
Dilansir dari tastingtable.com (4/6), berikut alasan lebih detail mengapa KFC di kota Quebec, Kanada punya nama berbeda.
1. Undang-Undang Quebec mewajibkan bahasa Prancis
Di Quebec, KFC berubah nama menggunakan bahasa Prancis seperti PFK. Foto: GettyImages /Shutterstock
Di Ottawa, gerai ayam goreng ini masih dinamai dengan sebutan KFC. Tetapi ketika kamu pergi ke provinsi Quebec, namanya berubah menjadi PFK atau singkatan dari Poulet Frit Kentucky. Nama ini merupakan sebuah terjemahan bahasa Prancis dari KFC.
Tidak sekadar terjemahan, ada lebih banyak cerita di balik penggunaan nama Prancis tersebut.
Bahasa Prancis digunakan di Quebec karena wilayah tersebut merupakan koloni Prancis (New France) sejak abad ke-17 yang didirikan oleh penjelajah seperti Samuel de Champlain. Penduduknya pun mempertahankan bahasa dan budaya Prancis hingga kini dilindungi secara hukum sebagai satu-satunya bahasa resmi di provinsi tersebut.
Pada tahun 1977, Piagam Bahasa Prancis atau Bill 101 diperkenalkan di Provinsi Quebec. Piagam ini menetapkan bahasa Prancis sebagai bahasa resmi provinsi Quebec. Hal ini juga mengharuskan nama-nama bisnis dan perdagangan dari perusahaan non Prancis diubah ke bahasa tersebut. Tak hanya nama bisnis, tetapi tanda publik hingga iklan juga harus menggunakan bahasa Prancis.
Tujuan diubahnya nama perusahaan ke bahasa Prancis yaitu untuk melindungi dan menjunjung tinggi bahasa tersebut di provinsi Quebec.
2. KFC pelopor adopsi perubahan bahasa
KFC pun menjadi salah satu pelopor perubahan merek bahasa di Quebec. Foto: TikTok @realcolonelsanders / ladbible.com
KFC atau PFK merupakan salah satu yang pertama mengadopsi perubahan bahasa tersebut, sebelum pemerintahan provinsi mulai memberikan tekanan tambahan pada bisnis dengan komersial non-prancis.
KFC sebagai merek global memutuskan mengikuti peraturan ini lebih awal sebelum batas waktu tahun 1980 untuk menghindari masalah hukum dan sanksi.
KFC memilih beradaptasi dengan cepat demi merangkul budaya Quebec. Perubahan KFC menjadi PFK juga membuat merek ini tetap dikenali namun terasa lebih melokal dan menghormati komunitas berbahasa Prancis di negara tersebut.
3. Namanya sempat diubah jadi KFC
Protes sempat terjadi kepada pemerintah Quebec, membuat PFK sempat berubah kembali menjadi KFC. Foto: Istimewa
Pada tahun 2012, situasi memanas ketika lembaga kantor bahasa Prancis Quebec mengalami peningkatan pengaduan. Hal ini menyebabkan penindakan ulang terhadap nama-nama bisnis non-Prancis untuk tetap menggunakan nama asli mereka.
Juru bicara lembaga bahasa tersebut, Martin Bergeron menyatakan hingga saat itu mereka mentolerir papan nama dengan merek dagang non-Prancis.
Namun, jumlah retail internasional yang semakin meningkat di Quebec memicu kembali minat lembaga tersebut untuk mengubah merek-merek ini ke bahasa Prancis.
Dalam upaya menindak merek-merek internasional baru ini, lembaga tersebut mengeluarkan denda kepada beberapa merek retail internasional. Enam merek besar pun menolak untuk mengikuti aturan ini, termasuk Walmart, Costco, Best Buy, Gap, Old Navy, dan Guess. Mereka mengajukan gugatan terhadap pemerintah Provinsi.
Masalah tersebut berujung pada penyelesaian di tahun 2014, ketika seorang Hakim Pengadilan Tinggi Quebec memutuskan bahwa bisnis dengan nama non-Prancis tetap bisa menggunakan nama merek aslinya tanpa melanggar piagam bahasa.
Hal ini membuka peluang merek PFK diubah kembali menjadi KFC yang diakui secara internasional. Tetapi hingga saat ini, diketahui papan gerai tersebut di Quebec masih menampilkan nama PFK bukan KFC.
4. Pengubahan nama bikin KFC lebih untung
Menjadi pelopor penggunaan bahasa Prancis dalam branding-nya memberi keuntungan terhadap usaha kuliner ini. Kepatuhan terhadap tuntutan bahasa sejak awal membuat merek KFC namanya lebih dikenali oleh populasi berbahasa Prancis di Quebec.
Konsumen menjadi merasa lebih dihargai karena perusahaan tersebut menggunakan bahasa mereka, yang akhirnya meningkatkan loyalitas merek di pasar tersebut.
Lokalisasi yang dilakukan KFC juga memungkinkannya menjadi pemimpin pasar restoran cepat saji atau ayam goreng di Quebec tanpa melanggar hukum.
Simak Video "Menghadapi Insiden Tak Terduga saat Berpetualang, Bali"
[Gambas:Video 20detik]
(aqr/adr)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·