Khofifah serukan penguatan persaudaraan pada peringatan Waisak

Sedang Trending 41 menit yang lalu
...Perdamaian bukan hanya ketiadaan konflik tetapi hadirnya rasa saling menghormati

Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerukan penguatan persaudaraan pada peringatan Hari Raya Waisak 2570 Buddhist Era (BE) Tahun 2026 sebagai upaya menjaga perdamaian, kerukunan, dan harmoni sosial di tingkat lokal, nasional, maupun global.

“Di tengah berbagai tantangan global yang diwarnai konflik, polarisasi, ketidakpastian ekonomi, hingga krisis kemanusiaan, nilai-nilai Dharma mengajarkan pentingnya cinta kasih, kebijaksanaan, pengendalian diri, serta penghormatan terhadap sesama sebagai fondasi terciptanya perdamaian yang berkelanjutan,” ujar Khofifah di Surabaya, Minggu.

Menurut Khofifah, seruan tersebut sejalan dengan tema Hari Raya Waisak Tahun 2026, yakni “Dharma Menjaga Perdamaian Dunia”, yang dinilai relevan dengan kebutuhan dunia saat ini untuk mewujudkan kehidupan yang damai dan harmonis.

Ia mengatakan upaya menjaga perdamaian harus dimulai dari kemampuan setiap individu menciptakan kedamaian dalam diri, keluarga, lingkungan, dan masyarakat.

Khofifah menilai Jawa Timur selama ini dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi toleransi, gotong royong, dan kehidupan harmonis di tengah keberagaman suku, agama, budaya, serta latar belakang sosial masyarakat.

Baca juga: Peringatan Waisak, Menag ajak umat perkuat kebajikan

Karena itu, semangat Waisak diharapkan semakin memperkuat komitmen seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan, mempererat persaudaraan, dan merawat kerukunan sebagai modal penting pembangunan.

“Perdamaian bukan hanya ketiadaan konflik, tetapi hadirnya rasa saling menghormati, saling memahami, dan saling membantu dalam kehidupan bersama. Inilah nilai-nilai yang harus terus kita jaga dan wariskan kepada generasi mendatang,” katanya.

Ia menegaskan keberagaman merupakan anugerah sekaligus kekuatan bangsa Indonesia yang harus terus dirawat melalui sikap toleran dan semangat kebersamaan.

Menurut dia, nilai-nilai yang mengajarkan welas asih dan kebajikan sangat relevan untuk memperkuat kohesi sosial sekaligus menjadi kontribusi nyata Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia.

“Ketika masyarakat hidup rukun, saling menghormati, dan mengedepankan kemanusiaan, maka kita tidak hanya menjaga perdamaian di lingkungan sekitar, tetapi juga ikut memberikan kontribusi bagi perdamaian dunia,” tuturnya.

Baca juga: Wamenekraf: Waisak mampu gerakkan sektor ekonomi kreatif

Lebih lanjut, Khofifah mengajak masyarakat menjadikan peringatan Waisak sebagai momentum memperbanyak perbuatan baik, memperkuat kepedulian sosial, serta menghadirkan manfaat bagi sesama tanpa membedakan latar belakang.

“Tantangan zaman saat ini membutuhkan lebih banyak empati, solidaritas, dan kepedulian. Semangat Dharma harus menjadi energi untuk membangun kehidupan yang damai, inklusif, adil, dan penuh kasih sayang,” katanya.

Khofifah juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh umat Buddha di Jawa Timur yang selama ini turut berkontribusi menjaga kerukunan, memperkuat toleransi, serta aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan.

Menurut dia, kontribusi tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat harmoni sosial dan menjaga Jawa Timur tetap kondusif, damai, dan guyub.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Waisak 2570 BE Tahun 2026 kepada seluruh umat Buddha. Semoga semangat Dharma senantiasa membimbing kita untuk menebarkan cinta kasih, memperkuat persaudaraan, serta menjaga perdamaian dunia. Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta, semoga semua makhluk hidup berbahagia,” ujarnya.

Baca juga: Pemerintah ingin tunjukkan citra Jakarta sebagai kota terbuka

Baca juga: Api Dharma Waisak disakralkan di Candi Mendut Magelang

Pewarta: Willi Irawan
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.