Ribuan warga dari berbagai daerah berkumpul menyaksikan indahnya iring-iringan budaya Jawa Barat yang dimulai dari kawasan Bumi Ageung Batutulis, Siliwangi dan finis di Lawang Surya Kencana Kota Bogor, dengan rute sepanjang 3,2 kilometer.
Wali Kota Bogor, Dedie Rachim menilai Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda bukan sekadar perayaan budaya, tetapi juga menjadi momentum untuk menghargai warisan leluhur dan memperkuat nilai-nilai budaya Sunda di tengah masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan sebuah rangkaian kegiatan yang penuh makna, tentang bagaimana kita menghargai hasil warisan para leluhur kita,” ujar Dedie Rachim dikutip RMOLJabar, Sabtu 9 Mei 2026.
Dedie menuturkan bahwa Kota Bogor memiliki keterikatan sejarah yang kuat dengan Pakuan Pajajaran dan Sri Baduga Maharaja.
Katanya, Nilai sejarah tersebut menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk menjaga budaya dan mewariskan nilai-nilai kebaikan kepada generasi mendatang.
Dia juga menjelaskan filosofi Sunda yang menjadi nilai Kota Bogor, yakni Di Nu Kiwari Ngancik Nu Bihari, Seja Ayeuna Sampeureun Jaga, yang memiliki makna bahwa apa yang dinikmati hari ini merupakan hasil perjuangan dan kebaikan para pendahulu, sehingga generasi saat ini memiliki tanggung jawab menanamkan kebaikan bagi masa depan.
“Jadi itu sebuah nilai filosofis Sunda yang kalau menurut saya sangat tinggi maknanya,” jelasnya.
Kirab budaya berlangsung dengan iring-iringan seni dan budaya Sunda yang menampilkan pakaian adat, tabuhan kendang, alunan angklung, serta berbagai pertunjukan tradisional yang disambut antusias oleh masyarakat di sepanjang jalur kirab.
3 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·