28 April 2026 18.00 WIB • 2 menit

Kisah Kijang dan Lintah, Cerita Rakyat dari Yogyakarta
Kisah kijang dan lintah adalah salah satu cerita rakyat yang berasal dari daerah Yogyakarta. Kisah ini mengajarkan tentang sifat sombong yang tidak akan memberikan apa-apa bagi setiap orang yang memilikinya.
Berikut kisah lengkap dalam cerita rakyat dari Yogyakarta tersebut.
Disitat dari buku Antologi Cerita Rakyat Daerah Istimewa Yogyakarta, di sebuah padang rumput di lereng Gunung Merapi, terlihat seekor kijang tengah beristirahat di bawah pohon beringin. Ketika sedang asik beristirahat, mata kijang ini tertuju pada seekor lintah yang ada di sekitar sana.
Kijang ini memperhatikan cara lintah bergerak dengan cara melata. Setelah memperhatikan cukup lama, kijang merasa jijik dengan cara bergerak lintah tersebut.
Akhirnya kijang bangun dari istirahatnya dan mendekati lintah. Dia berkata jika merasa geli melihat cara lintah bergerak.
Perkataan kijang tentu membuat lintah tertegun. Dengan tenang lintah menjawab memang inilah takdir yang diberikan Tuhan untuknya.
Kijang kemudian berkata jika saja lintah memiliki kaki sepertinya, tentu dia akan bisa bergerak dengan cepat. Kijang juga menyombongkan diri jika dia bisa berlari secepat angin.
Lintah hanya bisa tersenyum melihat perilaku kijang. Dia berkata jika kijang tidak perlu merasa sombong seperti itu.
Namun kijang terus saja menyombongkan kemampuannya pada lintah. Merasa jengah dengan perilaku tersebut, lintah kemudian menantang kijang untuk lomba lari melawannya.
Tantangan ini tentu mengejutkan kijang. Dia berkata apakah lintah benar-benar yakin menantangnya dalam hal adu kecepatan.
Lintah memastikan kembali tantangan yang dia berikan. Bahkan lintah mengajak kijang untuk beradu cepat mencapai puncak Gunung Merapi yang ada di hadapan mereka.
Reaksi lintah ini ternyata memancing emosi kijang. Dia pun bersedia dan menerima tantangan tersebut.
Namun kijang penasaran bagaimana caranya untuk memastikan lintah tetap ada dalam perlombaan. Lintah kemudian berkata jika kijang hanya perlu memanggil namanya.
Jika lintah masih menjawab panggilan tersebut, maka dia tidak jauh tertinggal di belakang kijang. Namun jika sahutan balasan tidak terdengar, maka kijang sudah melesat jauh meninggalkannya.
Akhirnya kedua hewan ini berdiri sejajar. Sesaat kemudian, kijang langsung melesat ke depan dengan cepatnya.
Setelah berlari cukup jauh, kijang merasa yakin sudah meninggalkan lintah di belakangnya. Kijang pun memanggil nama lintah dengan kencangnya.
Namun lintah berhasil menjawab panggilan tersebut. Bahkan suara lintah terdengar jelas di telinga kijang.
Sahutan ini tentu membuat kijang heran. Namun dia tidak berpikir banyak dan kembali mempercepat laju larinya.
Tidak terasa kijang sudah mulai mendekati puncak Gunung Merapi. Kali ini kijang kembali merasa yakin bahwa dia sudah berada jauh di depan meninggalkan lintah.
Kijang pun kembali memanggil nama lintah. Ajaibnya, lintah kembali menanggapi panggilan kijang tersebut dengan jelasnya.
Jawaban ini kembali membuat kijang heran. Dengan sisa tenaga yang ada, kijang pun kembali berlari ke puncak Gunung Merapi.
Begitu sampai di puncak, kijang pun terkapar kelelahan. Dirinya kemudian kembali mencoba memanggil lintah dengan sisa tenaga yang ada.
Tiba-tiba lintah berdiri di hadapan kijang dengan santainya. Bahkan lintah terlihat bugar dan tidak kelihatan kelelahan sedikit pun.
Kijang tentu merasa heran melihat hal itu. Dia pun bertanya mengapa lintah bisa mencapai puncak dengan mudah.
Lintah pun berkata jika selama ini dia menempel di dekat telinga kijang. Tidak hanya bisa mencapai puncak dengan mudah, dia pun dapat menghisap darah kijang di sepanjang perjalanan.
Kijang pun sadar bahwa sifat sombongnya ternyata tidak membuahkan hasil apa-apa. Dia pun mengakui kepintaran lintah dan tidak pernak lagi berperilaku sombong pada hewan lainnya.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News
Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.
Tim Editor
Terima kasih telah membaca sampai di sini
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·