Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berencana untuk melakukan pembangunan budidaya ikan darat tematik di 40 ribu lokasi yang tersebar di 500 kabupaten/kota sebagai strategi memperkuat ketahanan pangan, serta memacu ekonomi nasional.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal KKP Andy Artha Donny Oktopura di Jakarta, Senin menyampaikan, program ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan produksi, tetapi juga membentuk ekosistem industri terintegrasi dari hulu hingga hilir, termasuk sektor pakan dan pembenihan.
Menurut Andi, pendekatan tematik memungkinkan pengembangan kawasan disesuaikan dengan karakteristik wilayah dan daya dukung lingkungan, sehingga lebih berkelanjutan.
“Dalam konsep pengembangan budidaya tematik ini, kita tidak hanya berbicara peningkatan produksi, tetapi juga bagaimana memperbaiki sistem produksi dari hulu ke hilir,” jelasnya.
Program ini juga ditujukan untuk mendukung Makan Bergizi Gratis (MBG), serta diintegrasikan dengan pemberdayaan masyarakat melalui penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dan pelibatan pelaku usaha, sehingga mampu menciptakan ekosistem ekonomi baru di sektor kelautan dan perikanan.
Di sisi lain, KKP juga terus memperkuat sistem jaminan mutu dan keamanan pangan, baik untuk pasar domestik maupun ekspor. Menurutnya, ini dilakukan melalui harmonisasi standar dengan ketentuan internasional serta penguatan sistem pengawasan di lapangan.
Selain itu, ia menjelaskan, kebutuhan pangan yang terus meningkat menuntut transformasi kebijakan, termasuk optimalisasi sumber daya kelautan dan perikanan.
Dalam implementasinya, KKP mengusung roadmap ekonomi biru yang diterjemahkan ke dalam beberapa arah kebijakan utama. Salah satunya adalah pengembangan budi daya perikanan berkelanjutan yang menjadi fokus dalam memperkuat produksi pangan nasional.
KKP mencatat, Indonesia memiliki potensi budi daya perikanan mencapai sekitar 17,9 juta hektare. Namun, tingkat pemanfaatannya masih di bawah 10 persen, sehingga kondisi ini dinilai sebagai peluang besar untuk meningkatkan produksi melalui subsektor aquakultur.
"Ini menjadi tantangan kita ke depan untuk bagaimana kita bisa mengoptimalkan potensi sumber daya yang kita miliki," katanya.
Ia menyampaikan pula, kinerja ekspor perikanan Indonesia menunjukkan tren positif, dengan nilai ekspor mencapai 6,2 miliar dolar AS pada tahun lalu, dengan pertumbuhan tahunan sekitar 5,2 persen.
Untuk menjaga kualitas tersebut, KKP membangun sistem jaminan mutu terintegrasi dari hulu ke hilir, termasuk sertifikasi produksi, pengolahan, hingga distribusi.
Selain itu, pengawasan wilayah laut juga menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas produk perikanan. KKP mendorong pengendalian aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan, termasuk penanganan sampah plastik yang dapat berdampak pada kualitas ikan dan keamanan pangan.
Baca juga: Kemenko Pangan tekankan SLHS bagi SPPG untuk jamin keamanan
Baca juga: KKP kaji skema BBM khusus nelayan respons lonjakan biaya melaut
Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·