Klinik pariwisata Internasional dukung pelayanan di kawasan Rinjani

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
Klinik rawat jalan 24 jam ini tidak hanya memperkuat rasa aman industri pariwisata di NTB, tetapi juga berkomitmen melayani masyarakat lokal

Lombok Timur (ANTARA) - Klinik Pariwisata Internasional Nusa Medica mulai beroperasi dan diharapkan dapat mendukung pelayanan terhadap wisatawan di kawasan Gunung Rinjani Lombok Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB)!

"Klinik rawat jalan 24 jam ini tidak hanya memperkuat rasa aman industri pariwisata di NTB, tetapi juga berkomitmen melayani masyarakat lokal," kata Direktur Operasional Nusa Medica Clinic Group dokter Rosalia Puspita Jaya di Lombok Timur, Kamis.

Ia mengatakan kehadiran klinik ini bertujuan mendukung pemerintah daerah meningkatkan kualitas layanan kesehatan, khususnya penanganan gawat darurat pariwisata dan pendakian di Gunung Rinjani Lombok.

"Kami tidak hanya berfungsi sebagai klinik swasta, tapi juga mendukung Pemda dalam peningkatan layanan kesehatan masyarakat dan mensupport kegiatan pendakian Gunung Rinjani," ujar Rosalia.

Sumber daya manusia di klinik tersebut diperkuat empat dokter dan enam perawat yang berjaga bergantian, didukung tim farmasi, "front office" dan pemasaran, sehingga total personel mencapai 15–20 orang.

"Fasilitas meliputi Automated External Defibrillator, monitor pemantau, ruang observasi 24 jam, layanan vaksinasi tifoid, demam berdarah, rabies, hingga apotek 24 jam dengan obat generik dan paten lengkap," kata Rosalia.

Pihaknya membawa sistem evakuasi tingkat tinggi lewat kerja sama dengan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani TNGR, Basarnas, serta maskapai helikopter air dan ambulance.

Kelebihan utama klinik ini adalah sistem jaminan asuransi internasional cashless untuk wisatawan asing.

"Turis bisa tidak membayar di klinik. Kalau punya asuransi, kami bisa membuka klaimnya hingga ke rumah sakit tujuan dengan helikopter," katanya.

Ketua Tim Medis Edelweis Medical Help Center (EMHC) Sembalun Mustiadi, menyambut positif, karena evakuasi udara menjadi kebutuhan di destinasi internasional seperti Rinjani.

"Ke depan kita akan usahakan sistem informasi heli. Yang menyambungkan kita dan heli nanti adalah Nusa Medica," katanya.

Evakuasi udara diprioritaskan untuk korban dengan kondisi mengancam nyawa atau cacat permanen, seperti patah tulang terbuka/tertutup dan pendarahan hebat.

"Korban meninggal dunia tidak masuk kriteria evakuasi udara," katanya.

Baca juga: Gubernur NTB: Konservasi prioritas utama pengelolaan Geopark Rinjani

Baca juga: Balai TNGR bangun rest shelter di kawasan Gunung Rinjani

Pewarta: Akhyar Rosidi
Editor: Rini Utami
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.