Klinik Yasmin RSCM hadir dengan teknologi baru untuk program kehamilan

Sedang Trending 59 menit yang lalu

Jakarta (ANTARA) - RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) melalui RSCM Kencana kembali melakukan re-launching Klinik Yasmin Reproductive Cluster dengan pembaruan teknologi sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan fertilitas dan kesehatan reproduksi kepada masyarakat.

Ketua Cluster Klinik Yasmin Fertility Cluster Dr. dr. Gita Pratama, Sp. OG, Subsp. F.E.R, M. Rep. Sc mengatakan tujuan dari peluncuran kembali Klinik Yasmin untuk memperkuat peran dari Klinik Yasmin sebagai pusat kesehatan reproduksi melalui strategi branding dan juga transformasi layanan yang menyeluruh serta holistik.

“Klinik Yasmin di bawah penanganan RSCM dan RSCM Kencana tetap dengan semangat menolong dan memberikan yang terbaik didukung dengan fasilitas teknologi yang terkini,” kata Gita dalam acara re-launching Klinik Yasmin Reproductive Cluster di Jakarta, Selasa.

Baca juga: Bank Permata-Morula IVF hadirkan pembiayaan untuk program kehamilan

Klinik Yasmin merupakan pelopor dan pusat pendidikan utama bagi program bayi tabung, dan juga pusat penelitian dan pusat pendidikan dari endokrinologi dan reproduksi. Sejak berdiri tahun 2010, Klinik Yasmin berhasil mencatatkan 95 kehamilan dari 221 siklus program yang dijalankan dan sebagai klinik dengan keberhasilan tertinggi di Indonesia.

Gita menjelaskan peluncuran Klinik Yasmin selain berkenaan dengan renovasi baik secara fasilitas klinik, juga update dari teknologi terbaru yakni Inkubator timelapse yang bisa mendeteksi atau melihat perkembangan embrio secara real-time selama 24 jam dan mikroskop inci sehingga diharapkan dapat meningkatkan lebih tinggi lagi angka keberhasilan program kehamilan.

Klinik Yasmin Reproductive Cluster memiliki delapan layanan utama yang mencakup infertilitas dan bayi tabung (Yasmin IVF), gangguan haid, endometriosis, sindrom ovarium polikistik (PCOS), keguguran berulang, ginekologi remaja, menopause, hingga preservasi fertilitas.

Baca juga: Mengenal perbedaan IVF dan IUI untuk optimalkan kehamilan

Dengan konsep layanan terbaru, klinik ini menghadirkan fasilitas yang lebih nyaman, personal, serta didukung laboratorium dan teknologi modern untuk menunjang keberhasilan program reproduksi.

“Tim kami integrasikan artificial intelligence terhadap alat-alat yang kami gunakan terutama pada saat ini untuk menyeleksi embrio sehingga dengan melakukan integrasi dengan AI kita harapkan nanti kita juga bisa mendapatkan hasil result yang lebih bagus dari sebelumnya,” kata Gita.

Layanan unggulan yang dimiliki selain IVF yaitu inseminasi intrauterin (IUI), Platelet-Rich Plasma (PRP), Amnion Stem Cell, pemeriksaan genetik embrio, pembekuan sperma dan embrio, ICSI, pemeriksaan infertilitas laki-laki dan perempuan, hingga histeroskopi.

Baca juga: Mengenal ciri sperma sehat untuk mendukung program kehamilan

Ketua Umum Pengurus Pusat POGI, Prof. Budi Wiweko, menjelaskan perkembangan teknologi reproduksi berbantu seperti Frozen Embryo Transfer (FET) mampu meningkatkan peluang kehamilan sekaligus menurunkan risiko kehamilan ganda.

Sementara Pre-implantation Genetic Testing for Aneuploidies (PGT-A) membantu memastikan embrio yang ditransfer memiliki kondisi kromosom yang baik sehingga dapat meningkatkan peluang keberhasilan kehamilan dan mengurangi risiko keguguran.

Selain itu, Klinik Yasmin Reproductive Cluster juga menjadi pusat riset infertilitas dalam pengembangan program IVF bagi pasien dengan penyakit langka.

Baca juga: Kekompakan kunci keberhasilan pasangan jalankan promil

Direktur Utama RSCM, dr. Supriyanto mengatakan peluncuran kembali Klinik Yasmin RSCM juga sebagai transfer informasi dari perkembangan keilmuan tentang fertilitas.

“Kita selalu bergerak ke arah yang lebih baik, jadi sekarang transformasi dan leadership sedang kita lakukan ke dalam seluruh lingkungan RSCM, sehingga mampu menghadapi seluruh tantangan yang terjadi dari waktu ke waktu tantangan yang berubah,” kata Supriyanto.

Klinik Yasmin RSCM membuka harga untuk paket program bayi tabung sebesar Rp 73 juta, dan biaya skrining sebesar Rp1,4 juta.

Baca juga: Pakar UI: Angka "unmet need" jadi tantangan program keluarga berencana

Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.