Klub-klub English Football League (EFL) secara resmi menolak usulan penerapan tayangan ulang video dan sistem tantangan keputusan wasit dalam pertemuan yang berlangsung pada Selasa (21/4/2026). Penolakan ini menegaskan komitmen klub untuk mempertahankan pendekatan perwasitan tradisional di kompetisi tersebut.
Keputusan tersebut diambil setelah adanya pembahasan mengenai pengenalan Football Video Support (FVS). Melalui sistem ini, pelatih kepala memiliki wewenang untuk mempertanyakan keputusan wasit di lapangan melalui prosedur khusus yang melibatkan ofisial keempat.
Mekanisme yang diusulkan memungkinkan manajer mengangkat kartu khusus sebagai tanda permintaan peninjauan insiden jika merasa keputusan wasit tidak adil. Laporan The Athletic menyebutkan bahwa sistem FVS dirancang untuk meninjau keputusan-keputusan kunci yang diambil oleh pengadil pertandingan.
Para perwakilan klub akhirnya menolak inovasi tersebut dengan alasan efisiensi waktu dalam pertandingan. Penggunaan teknologi video dianggap akan memperlambat tempo permainan dan mengganggu tradisi sepak bola yang selama ini dijunjung tinggi di Inggris.
Hingga saat ini, belum ada rencana perubahan lebih lanjut mengenai implementasi teknologi bantuan wasit di level EFL dalam waktu dekat. Federasi tetap akan menggunakan metode perwasitan konvensional sesuai dengan kesepakatan mayoritas klub anggota.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·