KNKT Analisis Kotak Hitam Taksi Terkait Kecelakaan Kereta di Bekasi

Sedang Trending 58 menit yang lalu

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) tengah melakukan pendalaman terhadap data digital dari kotak hitam mobil taksi Green SM yang terlibat dalam kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur pada Rabu (13/5/2026). Langkah ini diambil guna mengidentifikasi penyebab pasti insiden fatal yang melibatkan dua rangkaian kereta api tersebut.

Proses pengunduhan data elektronik dari kendaraan tersebut menjadi fokus utama tim investigator saat ini. Pengumpulan data digital ini nantinya akan dipadukan dengan keterangan saksi mata untuk merekonstruksi kronologi kejadian secara akurat di lapangan.

"Data yang di mobil taksi itu kan ada blackbox-nya juga. Ini lagi kita unduh nanti setelah kita evaluasi dan nanti kita akan bertanya lagi kepada pengemudinya ataupun orang-orang di sekitarnya apa yang terjadi di taksi green taksi tadi," kata Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono, dilansir dari Detikcom.

Soerjanto menjelaskan bahwa durasi investigasi tidak dapat dipastikan karena adanya kendala teknis dalam mengakses rekaman digital. Proses analisis sangat bergantung pada tingkat kemudahan pembacaan data yang tersimpan dalam perangkat tersebut.

"Kalau gampang bukanya ya cepat, tapi kadang-kadang kan digital itu juga susah. Mungkin itu dulu," tutur Soerjanto.

Selain pemeriksaan kotak hitam, KNKT juga berencana melakukan serangkaian pengujian teknis pada infrastruktur pendukung di sekitar lokasi kejadian. Hal ini mencakup pengecekan sistem persinyalan dan jalur kereta api untuk melihat adanya potensi kegagalan sistem.

"Kami masih dalam tahap pengumpulan data-data di lapangan dan masih ada beberapa tes yang harus kami lakukan di persinyalan, di lintas, kemudian komunikasi seperti apa. Kita lagi mengumpulkan data-datanya," ungkap Soerjanto.

Peristiwa tragis ini bermula pada Senin (27/4) malam ketika KA Argo Bromo Anggrek menabrak rangkaian KRL di Stasiun Bekasi Timur. Insiden besar ini mengakibatkan 16 orang meninggal dunia dan 90 orang lainnya mengalami luka-luka.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebuah taksi Green SM mengalami masalah kelistrikan atau korsleting sehingga berhenti tepat di tengah rel. Mobil tersebut kemudian tertemper oleh KRL yang sedang melaju dari arah Cikarang menuju Jakarta, yang memicu rangkaian kecelakaan beruntun. Kepolisian kini telah meningkatkan status kasus ini ke tahap penyidikan setelah menemukan adanya unsur pidana dalam gelar perkara awal.