KNKT Investigasi Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menerjunkan tim investigasi untuk menyelidiki penyebab kecelakaan antara KA Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, pada Senin (27/4/2026) malam.

Insiden maut tersebut mengakibatkan tujuh penumpang meninggal dunia dan 81 orang lainnya mengalami luka-luka, sebagaimana dilansir dari Detikcom. Tim ahli saat ini sedang mengumpulkan data primer guna mengungkap faktor utama pemicu tabrakan di jalur perlintasan tersebut.

Ketua Tim Humas KNKT Anggo Anurogo menyatakan bahwa personel investigasi telah berada di lokasi sejak malam terjadinya peristiwa. Langkah cepat ini diambil untuk memastikan fakta-fakta lapangan tidak hilang atau berubah.

"Tim investigasi KNKT sudah berada di lokasi kejadian dari tadi malam," kata Anggo Anurogo, Ketua Tim Humas KNKT.

Pengerahan personel ini bertujuan untuk melakukan observasi mendalam serta wawancara saksi terkait kronologi teknis di area Stasiun Bekasi Timur.

"Tim investigasi KNKT sudah berada di lokasi kejadian dari tadi malam untuk mengumpulkan fakta dan informasi di lapangan," ujarnya.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa pihak kementerian memberikan wewenang penuh kepada KNKT untuk menjalankan pemeriksaan secara transparan. Hal ini dilakukan agar evaluasi keselamatan perkeretaapian dapat dilakukan secara objektif.

"Kami juga memberikan kesempatan kepada KNKT untuk melakukan investigasi, melihat secara objektif penyebab dari kecelakaan yang terjadi pada malam hari ini," ujar Dudy Purwagandhi, Menhub.

Sementara itu, Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menjelaskan adanya indikasi gangguan sistem akibat insiden lain yang mendahului tabrakan kereta tersebut. Berdasarkan identifikasi awal, terdapat kendaraan darat yang menemper rangkaian kereta di perlintasan sebidang dekat lokasi.

"Perlu saya sampaikan juga kejadian ini di jam kurang jam 21.00 WIB kurang, dimulai dengan adanya temperan taksi hijau ya, itu di JPL 85. Sehingga ini yang kami curigai itu membuat sistem perkeretaapian di daerah stasiun emplasemen Bekasi Timur ini agak terganggu. Sementara itu kronologinya," ungkap Bobby Rasyidin, Dirut KAI.

Meski terdapat dugaan awal mengenai gangguan sistem perkeretaapian, Bobby menegaskan bahwa kepastian penyebab tetap menunggu hasil analisis komprehensif dari tim investigasi pusat.

"Tentunya kami menyerahkan kepada KNKT untuk lebih detail mencari tahu penyebab dari kecelakaan kereta pada malam hari ini," tuturnya.

Pihak manajemen juga mengonfirmasi total jumlah korban terdampak yang hingga kini masih dalam penanganan medis di beberapa rumah sakit terdekat.

"Jumlah korban yang terjadi pada tadi malam meninggal 7 orang dan luka-luka dirawat 81 orang," ungkap Bobby.