KNKT Sebut Kegagalan Manajemen Risiko Picu Kecelakaan Rem Blong Truk

Sedang Trending 1 hari yang lalu

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkapkan bahwa rentetan kecelakaan truk akibat rem blong merupakan bentuk kegagalan pengelolaan risiko keselamatan di Jakarta. Fenomena ini ditegaskan bukan sekadar kerusakan teknis pada komponen kendaraan semata.

Dilansir dari Medcom, Ahmad Wildan selaku Senior Investigator KNKT memaparkan bahwa kegagalan manajemen risiko mencakup ketidakmampuan dalam mengidentifikasi serta mengendalikan potensi bahaya sejak dini. Terdapat lima unsur dalam Sistem Manajemen Keselamatan (SMK) yang meliputi pengemudi, kendaraan, lintasan, muatan, dan penanganan darurat.

Faktor manusia dan kondisi armada menjadi variabel paling dominan dalam menentukan tingkat risiko di jalan raya. Peningkatan kompetensi bagi para sopir dianggap setara pentingnya dengan ketepatan prosedur perawatan unit kendaraan niaga.

"Pada dasarnya kecelakaan di jalan itu terjadi karena faktor pengemudi. Karena itu peningkatan kompetensi driver serta manajemen perawatan kendaraan menjadi kunci penting dalam meningkatkan keselamatan transportasi," ungkap Wildan, Senior Investigator KNKT.

Wildan menekankan bahwa kesalahan pada kendaraan bisa terjadi secara struktural maupun operasional. Hal ini mencakup kekeliruan sejak tahap awal hingga durasi pemakaian di lapangan.

"Kendaraan itu bisa salah dari awal, salah pada saat memelihara atau salah saat dioperasikan," lanjut Wildan, Senior Investigator KNKT.

Pihak produsen kendaraan turut menyoroti pentingnya aspek edukasi bagi operator angkutan niaga. Pelatihan yang terukur dinilai mampu meminimalisir risiko fatalitas akibat kelalaian atau ketidaktahuan pengemudi saat menghadapi situasi kritis.

"Pengemudi kendaraan niaga memiliki tanggung jawab besar. Pelatihan yang berkelanjutan akan meningkatkan kompetensi, kesadaran keselamatan, serta efisiensi berkendara. Selain itu, manajemen perawatan kendaraan yang baik memastikan kendaraan selalu laik jalan dan fitur keselamatan bekerja optimal," ujar Pieter Andre, Training Division Head PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI).