Kecelakaan yang melibatkan taksi listrik Green SM di perlintasan kereta sebidang Bekasi Timur hingga saat ini masih dalam tahap investigasi oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Otoritas berupaya mengungkap penyebab pasti insiden tersebut.
Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono menjelaskan tim investigasi masih mengumpulkan berbagai data penting di lapangan. Ia menegaskan proses tersebut mencakup pemeriksaan sistem persinyalan, komunikasi, hingga wawancara dengan sejumlah pihak yang terlibat.
“Jadi kami masih dalam taraf pengumpulan data-data di lapangan dan ada beberapa tes yang harus kami lakukan di persinyalan,” buka Soerjanto kepada wartawan usai penundaan RDP dengan komisi V DPR RI di Jakarta, Rabu (13/5).
Menurut Soerjanto, investigasi juga memanfaatkan perangkat digital yang tersedia pada moda transportasi yang terlibat. KNKT membuka kemungkinan analisis rekaman CCTV kereta maupun data perekam perjalanan yang memiliki fungsi serupa black box.
“Tergantung kan kita buka di kereta itu ada CCTV, ada yang pakai data semacam black box dan nanti tergantung di hasil evaluasi dari data-data tersebut,” terangnya.
Ia menambahkan, hasil pembacaan data digital tersebut akan menentukan langkah investigasi berikutnya. Apabila ditemukan indikasi tertentu, KNKT tidak menutup kemungkinan melakukan konfirmasi tambahan kepada pihak-pihak terkait.
“Apakah kita perlu konfirmasi atau keterangan lebih lanjut dari orang-orang yang berkaitan dengan masalah itu,” lanjut Soerjanto.
Namun demikian, KNKT menegaskan posisinya berbeda dengan aparat penegak hukum. Lembaga tersebut tak melakukan proses penyidikan pidana, melainkan investigasi keselamatan transportasi yang berorientasi pencegahan kecelakaan serupa ke depannya.
“Kami tidak ikut penyidikan, itu di luar ranah kami,” tegas Soerjanto.
Sejauh ini sebagian data awal diakuinya telah berhasil diperoleh tim investigasi. Namun, KNKT masih perlu melakukan klarifikasi langsung kepada pengemudi taksi serta menganalisis data kendaraan yang saat ini masih dalam proses pengunduhan.
“Kalau data yang di mobil taksi itu kan ada black box-nya juga, sedang kita unduh setelah selesai evaluasi,” jelas Soerjanto.
Ia juga memastikan investigasi tidak hanya bertumpu pada data elektronik. Tim KNKT tetap akan meminta keterangan saksi di lokasi kejadian guna rekonstruksi kembali kronologi kecelakaan secara menyeluruh.
“Nanti kita akan tanya lagi kepada pengemudinya atau pun orang-orang di sekitar itu apa yang terjadi di taksi Green (SM) tadi itu,” katanya.
Proses analisis data digital disebut memiliki tantangan tersendiri. Soerjanto menyebut durasi investigasi sangat bergantung pada kemudahan akses data yang tersimpan di perangkat elektronik kendaraan maupun sistem transportasi lainnya.
“Kalau gampang dibuka, ya cepat. Tetapi kadang-kadang kan digital itu juga susah,” ungkapnya.
Meski demikian, ia memastikan seluruh pihak bersikap kooperatif selama proses pengumpulan data berlangsung. Hingga saat ini, KNKT belum dapat menyimpulkan penyebab kecelakaan karena masih terdapat data yang belum sepenuhnya dianalisis.
“Kami belum bisa tentukan karena masih ada data-data yang belum bisa kita buka,” kata Soerjanto lagi.
KNKT menekankan investigasi kecelakaan transportasi tidak diarahkan untuk mencari kesalahan individu tertentu. Fokus utama lembaga tersebut adalah menghasilkan rekomendasi keselamatan yang dapat mencegah kejadian serupa di masa depan.
“Kita tidak cari mengarah ke siapa. Penyebab dari kecelakaan dan hasilnya adalah rekomendasi untuk keselamatan,” pungkas Soerjanto.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·