Konsentrasi Turnamen Lokal, Strategi Penjaringan Atlet untuk Mengikuti Porprov

Sedang Trending 1 jam yang lalu

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Saat ini, PSSI Lamandau lebih berkonsentrasi pada penyelenggaraan turnamen lokal. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi penjaringan atlet sepak bola potensial guna menyongsong Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalteng mendatang.

Hal itu diungkapkan mantan Ketua PSSI Kabupaten Lamandau yang kini menjabat sebagai Ketua Pelaksana Kursus Kepelatihan, Hanafi.

“Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi penjaringan atlet sepak bola potensial guna menyongsong Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalteng mendatang. Kami fokus menggelar turnamen untuk menjaring atlet jelang Porprov Kalteng yang akan dilaksanakan di Kotawaringin Barat,” jelas Hanafi.

Hanafi juga menyinggung adanya kendala internal terkait koordinasi antar-pengurus. Ia menilai komunikasi antara manajemen Persela Lamandau dengan PSSI setempat masih sangat minim.

“Kurangnya kolaborasi ini ditengarai menjadi salah satu faktor penghambat keikutsertaan tim dalam ajang bergengsi di tingkat provinsi tersebut,” bebernya.

Ia menegaskan bahwa persoalan mengenai liga atau kompetisi resmi sebenarnya merupakan ranah tanggung jawab dari manajemen Persela Lamandau.

“Terkait Liga atau kompetisi resmi, itu adalah ranahnya Persela Lamandau,” tandas Hanafi menutup keterangannya.

Electronic money exchangers listing

Kondisi ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi pemangku kepentingan sepak bola di Lamandau agar kedepannya koordinasi antar lini dapat berjalan lebih harmonis.

Sementara itu. Absennya keterlibatan Kabupaten Lamandau dalam kompetisi Liga 4 Indonesia tingkat Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) memicu tanda tanya di kalangan pecinta sepak bola lokal.

Padahal, materi pemain asal Bumi Bahaum Bakuba dinilai memiliki kualitas jempolan dan daya saing tinggi untuk berkompetisi di level regional. Ketidakhadiran tim kebanggaan masyarakat ini sangat disayangkan mengingat potensi talenta muda yang melimpah.

Saat dikonfirmasi mengenai persoalan tersebut, Ketua PSSI Kabupaten Lamandau melalui Sekretaris PSSI, Irwansyah, memberikan klarifikasi singkat. Menurutnya, sejauh ini pihak asosiasi kabupaten tidak menerima pemberitahuan resmi mengenai pelaksanaan kompetisi tersebut.

“Sepengetahuan saya tidak ada undangan,” kata Ketua PSSI Kabupaten Lamandau melalui Sekretaris PSSI, Irwansyah, melalui pesan singkat via WhatsApp, pada Minggu malam (26/4).(bib)

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Saat ini, PSSI Lamandau lebih berkonsentrasi pada penyelenggaraan turnamen lokal. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi penjaringan atlet sepak bola potensial guna menyongsong Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalteng mendatang.

Hal itu diungkapkan mantan Ketua PSSI Kabupaten Lamandau yang kini menjabat sebagai Ketua Pelaksana Kursus Kepelatihan, Hanafi.

“Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi penjaringan atlet sepak bola potensial guna menyongsong Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalteng mendatang. Kami fokus menggelar turnamen untuk menjaring atlet jelang Porprov Kalteng yang akan dilaksanakan di Kotawaringin Barat,” jelas Hanafi.

Electronic money exchangers listing

Hanafi juga menyinggung adanya kendala internal terkait koordinasi antar-pengurus. Ia menilai komunikasi antara manajemen Persela Lamandau dengan PSSI setempat masih sangat minim.

“Kurangnya kolaborasi ini ditengarai menjadi salah satu faktor penghambat keikutsertaan tim dalam ajang bergengsi di tingkat provinsi tersebut,” bebernya.

Ia menegaskan bahwa persoalan mengenai liga atau kompetisi resmi sebenarnya merupakan ranah tanggung jawab dari manajemen Persela Lamandau.

“Terkait Liga atau kompetisi resmi, itu adalah ranahnya Persela Lamandau,” tandas Hanafi menutup keterangannya.

Kondisi ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi pemangku kepentingan sepak bola di Lamandau agar kedepannya koordinasi antar lini dapat berjalan lebih harmonis.

Sementara itu. Absennya keterlibatan Kabupaten Lamandau dalam kompetisi Liga 4 Indonesia tingkat Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) memicu tanda tanya di kalangan pecinta sepak bola lokal.

Padahal, materi pemain asal Bumi Bahaum Bakuba dinilai memiliki kualitas jempolan dan daya saing tinggi untuk berkompetisi di level regional. Ketidakhadiran tim kebanggaan masyarakat ini sangat disayangkan mengingat potensi talenta muda yang melimpah.

Saat dikonfirmasi mengenai persoalan tersebut, Ketua PSSI Kabupaten Lamandau melalui Sekretaris PSSI, Irwansyah, memberikan klarifikasi singkat. Menurutnya, sejauh ini pihak asosiasi kabupaten tidak menerima pemberitahuan resmi mengenai pelaksanaan kompetisi tersebut.

“Sepengetahuan saya tidak ada undangan,” kata Ketua PSSI Kabupaten Lamandau melalui Sekretaris PSSI, Irwansyah, melalui pesan singkat via WhatsApp, pada Minggu malam (26/4).(bib)