Konyaspor Singkirkan Fenerbahce dari Piala Turki Lewat Penalti Dramatis

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Fenerbahce dipastikan tersingkir dari ajang Piala Turki setelah menelan kekalahan tipis 0-1 dari Konyaspor pada laga perempat final yang berlangsung di Stadion Metropolitan Konya, Selasa, 21 April 2026. Gol tunggal kemenangan tuan rumah dicetak melalui titik putih di penghujung babak perpanjangan waktu.

Hasil ini mengakhiri perjalanan tim peringkat kedua liga tersebut di turnamen piala musim ini, sekaligus menjadi modal buruk menjelang laga krusial melawan pemuncak klasemen Galatasaray pada Minggu mendatang. Konyaspor pun berhak melaju ke babak semifinal menurut laporan Goal.com dan AcehGround.

Pertandingan berjalan alot sejak menit awal dengan dominasi penguasaan bola oleh Fenerbahce yang menciptakan sejumlah peluang melalui Talisca, namun skor tetap kacamata hingga waktu normal berakhir. Memasuki menit ke-120, drama terjadi saat Blaz Kramer dijatuhkan di kotak terlarang yang kemudian dikonfirmasi wasit melalui VAR.

Marko Jevtovic yang maju sebagai eksekutor berhasil menaklukkan kiper Ederson dari jarak sebelas meter. Kekalahan ini memicu kemarahan suporter yang mencegat Presiden Fenerbahce, Sadettin Saran, di area keluar stadion untuk melontarkan protes keras terkait kepemimpinan klub sebagaimana dilansir dari readers.id.

"Daftar apa lagi yang harus terjadi agar Anda mengundurkan diri?" teriak seorang penggemar kepada Sadettin Saran.

Gelandang Fenerbahce, Ismail Yuksek, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas kegagalan tim di babak perpanjangan waktu tersebut. Ia mengkritik penurunan standar permainan tim yang dinilainya memalukan dalam dua pekan terakhir bagi klub sebesar Fenerbahce.

"Dramatik bir son, gerçekten böyle. Son dakikada penaltı, yediğimiz gol, sonra çizgiden çıkan top. Belki de atacağımız bir golle çıkabilirdik.Oraya bırakmamız daha büyük hata." kata Ismail Yuksek, pemain Fenerbahce.

Pemain nasional Turki tersebut menegaskan bahwa performa para pemain saat ini tidak mencerminkan reputasi besar yang dimiliki klub di kancah domestik. Ia menyebut situasi ini sebagai hal yang tidak pantas bagi identitas tim.

"Son 2 haftadır istediğimiz performansı veremiyorum. Tek kelimeyle rezillik. Futbolcular olarak camiadan, taraftardan özür diliyoruz. Son 2 haftada yaşananlar utanç verici. Yakışmıyor bu camiaya." tegas Ismail Yuksek.

Pihak pemain kini berupaya mengalihkan fokus untuk menghadapi laga derbi penting di kompetisi liga guna menjaga peluang juara yang tersisa. Persiapan serius menjadi target utama untuk mengobati kekecewaan para pendukung setia mereka.

"Önemli bir derbi var. Büyük takım, büyük futbolcuların bugünü unutup derbiye bakması, tam konsantre gitmesi lazım.Takım içinde konuşup daha ciddi hazırlanmamız gerekiyor. Kazanmamız gereken zor bir deplasman. Yapabileceğimiz şey bu artık." pungkas Ismail Yuksek.

Kondisi mental pemain kini menjadi sorotan tajam setelah sebelumnya juga ditahan imbang 2-2 oleh Rizespor akibat kesalahan individu. Fenerbahce kini tertinggal empat poin dari Galatasaray yang baru akan melakoni laga piala melawan Genclerbirligi pada Rabu malam.