KORMI Aceh Perkuat Budaya Olahraga Tanggulangi Gaya Hidup Sedentari

Sedang Trending 49 menit yang lalu

Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Aceh memperkuat gerakan olahraga massal guna mengantisipasi maraknya pola hidup sedentari atau kurang bergerak yang memicu penyakit degeneratif di masyarakat pada Minggu, 17 Mei 2026.

Langkah strategis tersebut dibahas dalam Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) KORMI Aceh Tahun 2026 yang berlangsung di Hotel Ayani, Banda Aceh. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua Umum KORMI Nasional, Adil Hakim, serta dihadiri pengurus kabupaten/kota dan jajaran induk organisasi olahraga (INORGA) se-Aceh.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kemenkes RI Tahun 2023, sebanyak 67,2 persen masyarakat Indonesia belum menjalani gaya hidup aktif. Tercatat hanya ada sekitar 32,8 persen warga yang rutin melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari.

Kondisi kurang bergerak tersebut berdampak langsung pada penurunan kualitas kesehatan masyarakat secara nasional. Fenomena modern ini memicu kenaikan kasus penyakit seperti diabetes, hipertensi, hingga obesitas.

Di sisi lain, Provinsi Aceh memiliki modalitas kuat dalam pengembangan aktivitas fisik massal. Berdasarkan data Indeks Pembangunan Olahraga Tahun 2024, Aceh menempati peringkat kedua nasional dengan perolehan skor 0,464.

Ketua Umum KORMI Aceh sekaligus Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, mendorong seluruh jajaran untuk menjadikan olahraga sebagai gerakan sosial yang mudah dijangkau. Aktivitas fisik ringan seperti jalan kaki, bersepeda, senam, hingga olahraga tradisional harus konsisten dilakukan.

“Di era serba cepat dan digital seperti ini, masyarakat semakin rentan menjalani pola hidup sedentari atau kurang bergerak,” ucap M. Nasir saat melantik pengurus KORMI Kota Langsa di periode berbeda sebelumnya.

Pemerintah Aceh berharap organisasi ini mampu mengampanyekan pentingnya kebugaran fisik ke seluruh lapisan warga. Olahraga rekreasi tidak sekadar berorientasi pada pencapaian podium, melainkan menitikberatkan pada kegembiraan dan keaktifan bergerak.

“KORMI harus menjadi lokomotif dalam mengampanyekan budaya hidup sehat dan bugar. Olahraga tidak harus selalu tentang prestasi di podium, tapi bagaimana masyarakat kita gemar bergerak dan bahagia,” ujar M. Nasir.

Melalui forum Rakerprov 2026, M. Nasir meminta seluruh pengurus melakukan konsolidasi internal. KORMI diarahkan menyusun program kerja adaptif yang sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 86 Tahun 2021 tentang Desain Besar Olahraga Nasional menuju visi Indonesia Bugar 2045.

“Mayoritas masyarakat masih menjalani pola hidup sedentari atau kurang bergerak. Dampaknya terlihat dari meningkatnya penyakit seperti diabetes, hipertensi, hingga obesitas,” kata Nasir saat memberikan sambutan di Hotel Ayani.

Penguatan kebugaran masyarakat ini juga mendapat perhatian di daerah lain di Sumatera Barat. Ketua DPRD Kota Payakumbuh, Wirman Putra, memberikan dukungan serupa saat pengukuhan pengurus KORMI di wilayahnya demi mewujudkan target kualitas SDM Indonesia Emas 2045.

“DPRD Kota Payakumbuh sangat mengapresiasi pengukuhan pengurus KORMI ini. Kehadiran KORMI bukan hanya sekadar organisasi olahraga masyarakat, tetapi juga menjadi motor penggerak pola hidup sehat dan aktif di tengah masyarakat,” katanya.

DPRD Payakumbuh menilai tingkat kesehatan publik menjadi pilar utama dalam menyokong roda pembangunan daerah. Peningkatan kebugaran warga lewat olahraga rekreasi diyakini linier dengan peningkatan produktivitas kerja harian.

“Kalau masyarakat sehat, tentu produktivitas juga meningkat. Ini menjadi bagian penting dalam menciptakan generasi yang kuat, produktif, dan berdaya saing,” ujarnya.