Krakatau Steel Dapat Dana Segar Rp 5 Triliun dari Danantara

Sedang Trending 1 jam yang lalu

PT Krakatau Steel memperoleh suntikan dana sebesar Rp5 triliun dari Danantara untuk pengadaan bahan baku baja. Direktur Utama Krakatau Steel Akbar Djohan mengatakan dana tersebut sudah dicairkan pada Desember 2025.

Menurut Djohan, langkah ini krusial mengingat keterbatasan akses pembiayaan yang selama ini menjadi kendala utama perseroan. “Dana ini dedicated untuk membeli bahan baku. Selama ini kami sulit bersaing karena kemampuan membeli bahan baku terbatas,” kata Djohan dalam media briefing di kantor Krakatau Steel, Jakarta, Senin, 27 April 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Menurut Djohan, keterbatasan akses pendanaan masih menjadi dampak dari proses restrukturisasi yang telah dijalankan sejak 2019. Meski demikian, ia menyebut restrukturisasi tersebut membawa perubahan signifikan termasuk meningkatnya kepercayaan dari lembaga keuangan.

Ia mencontohkan sejumlah bank, termasuk swasta dan swasta asing, telah memberikan dukungan melalui skema restrukturisasi utang dengan potongan (haircut) hingga sekitar 80 persen dari pokok utang, bunga, dan denda.

“Ini menjadi semangat bagi kami. Transformasi yang kami lakukan bertujuan membangun kepercayaan, terutama dari pihak perbankan. Kalau perbankan sudah percaya, seharusnya publik juga ikut percaya,” katanya.

Seiring dengan transformasi internal, Krakatau Steel mencatat perbaikan kinerja keuangan. Djohan menuturkan, pada 2025 perseroan membukukan laba bersih Rp5,68 triliun. Tren positif tersebut berlanjut pada kuartal I 2026, dengan laba bersih US$4,6 juta atau Rp79,15 miliar (kurs Rp 17.207).

Djohan melanjutkan, perbaikan kinerja itu merupakan hasil dari pembenahan fundamental perusahaan. Perseroan pun menargetkan tren positif ini berlanjut hingga semester I 2026.

Tahun ini, perseroan juga menargetkan volume produksi baja mencapai 1,2 juta hingga 1,3 juta ton pada 2026. Target itu meningkat dibandingkan realisasi produksi pada 2025 yang tercatat sekitar 936.000 ton.