Pakistan tengah berupaya membeli gas alam cair atau LNG dari pasar spot yang mahal untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua tahun.
Mengutip Bloomberg, langkah ini diambil saat pemerintah bergegas mengatasi kekurangan energi akut yang dipicu oleh konflik di kawasan Timur Tengah.
Perusahaan milik negara Pakistan LNG Ltd merilis tender pembelian yang jarang terjadi untuk tiga pengiriman LNG. Pengiriman tersebut direncanakan untuk periode akhir April sampai pertengahan Mei 2026.
"Berdasarkan pemberitahuan di situs resminya, para pemasok diminta untuk menyerahkan penawaran paling lambat pada Jumat 24 April 2026," tulis laporan Bloomberg seperti yang dikutip kumparan, Kamis (23/4).
Pakistan merupakan negara yang mendapatkan hampir seluruh pasokan LNG dari Qatar pada tahun lalu. Namun, negara tersebut dilaporkan belum menerima satu pun pengiriman sejak awal Maret 2026.
Kondisi ini terjadi tak lama setelah Amerika Serikat dan Israel memulai serangan terhadap Iran yang kemudian diikuti oleh penutupan Selat Hormuz oleh pihak Teheran.
Selain itu, Qatar juga terpaksa menutup fasilitas ekspor LNG terbesar di dunia akibat serangan Iran dan membatalkan pengiriman ke para pelanggannya.
Kekurangan pasokan gas ini telah memicu pemadaman listrik secara luas di seluruh wilayah Pakistan. Situasi tersebut menjadi ancaman signifikan bagi pertumbuhan ekonomi negara.
Keputusan untuk membeli kargo dari pasar spot muncul karena pasokan LNG tetap terjebak di kawasan Teluk Persia. Selat Hormuz sendiri merupakan jalur air vital bagi sekitar seperlima pasokan LNG global yang saat ini praktis tertutup bagi lalu lintas bahan bakar sejak perang dimulai.
Data pelacakan kapal menunjukkan terdapat empat tanker LNG yang telah memuat pasokan di Qatar lebih dari sebulan lalu namun masih tertahan di Teluk.
Kapal kapal tersebut memberikan sinyal bahwa Pakistan adalah tujuan pengiriman berikutnya. Tiga dari kapal itu terpantau sempat mendekati Selat Hormuz pada akhir pekan lalu sebelum akhirnya berbalik arah dan kini kembali berada di dekat perairan Qatar.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·