Olympique Marseille menjamu OGC Nice pada laga penutup pekan ke-31 Liga 1, Minggu, 26 April 2026, dalam kondisi krisis pemain setelah mengalami tiga kekalahan dari empat pertandingan terakhir. Pelatih Habib Beye harus merombak komposisi tim akibat absennya sejumlah pilar utama guna menjaga peluang menuju zona Liga Champions.
Daftar skuat resmi yang dirilis klub pada Minggu siang mengonfirmasi absennya penyerang utama seperti Igor Paixao, Hamed Junior Traoré, dan Amine Gouiri. Selain itu, lini tengah dan pertahanan Marseille juga pincang tanpa kehadiran Geoffrey Kondogbia, CJ Egan-Riley, Nayef Aguerd, serta Bilal Nadir.
Situasi ini mempersulit langkah Marseille yang saat ini tertahan di posisi keenam klasemen sementara. Dilansir dari football365.fr, klub berjuluk Les Phoceens tersebut hanya terpaut dua poin dari peringkat ketiga yang ditempati Olympique Lyonnais dengan empat laga tersisa musim ini.
Selain masalah teknis di lapangan, Pelatih Marseille Habib Beye menjadi sorotan karena sikap defensifnya terhadap kritik media. Beye dituding memberikan analisis yang terlalu teoritis, termasuk oleh pengamat seperti Pascal Dupraz setelah kekalahan tim dari Lorient.
"Quand je parle, on me dit que j’explique trop" ujar Habib Beye, pelatih Marseille.
Beye menyatakan bahwa penjelasannya mengenai metode kerja sering kali dianggap sebagai upaya untuk mengaburkan fakta. Menanggapi hal tersebut, ia sengaja membatasi durasi interaksinya dengan media dalam konferensi pers terbaru sebagai bentuk protes atas tekanan yang diterima para pelatih.
"Quand je décris, on me dit que je décris trop. Au moins, aujourd’hui, ça fera parler comme ‘peut-être qu’il ne parle pas assez’. Quand j’explique la façon qu’on a de voir notre travail, c’est ‘il parle trop, il nous enfume’. Donc aujourd’hui, je vous donne le minimum comme ça on verra ce qu’il se dit du minimum. En espérant que dimanche, on ait le maximum parce qu’on a travaillé pour ça" kata Habib Beye, pelatih Marseille.
Mantan pemain Newcastle United tersebut menilai profesi pelatih kini berada dalam posisi yang mustahil karena setiap kata yang diucapkan selalu dibedah secara berlebihan. Ia memprediksi kecenderungan ini akan membuat para pelatih memilih untuk bungkam di masa depan.
"Aujourd’hui, on demande au coach de s’exprimer. Quand il s’exprime, ça devient un problème" tutur Habib Beye, pelatih Marseille.
Penegasan tersebut disampaikan Beye untuk mengalihkan fokus media dari ruang pers kembali ke performa pemain di lapangan hijau. Ia berharap hasil maksimal saat melawan Nice akan menjadi jawaban yang lebih kuat daripada sekadar pernyataan lisan.
"Ce qu’il va se pasar dans le futur, c’est que les coachs ne parleront plus et ne vous diront plus rien. Aujourd’hui, je vous dis le minimum en respectant chacun d’entre vous mais en étant clair sur ce qu’on veut et ce qu’on aura dimanche. Peut-être que vous aurez une appréciation différente de cette conférence de presse" jelas Habib Beye, pelatih Marseille.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·