Perjalanan Commuter Line No. 1978A relasi Duri-Tangerang mengalami gangguan sarana di jalur hulu antara Stasiun Duri dan Stasiun Rawabuaya pada Selasa (26/5/2026) pukul 17.05 WIB. Insiden ini sempat menyebabkan kereta mogok sebelum akhirnya operasional kembali berjalan normal, seperti dilansir dari Detikcom.
Dampak dari gangguan tersebut membuat Listrik Aliran Atas (LAA) harus dipadamkan untuk penanganan medis dan teknis. Akibatnya, kondisi di dalam gerbong kereta menjadi gelap gulita dan fasilitas pendingin ruangan atau AC mati total hingga sempat memicu kepanikan di antara para penumpang.
Seorang penumpang di gerbong wanita yang posisinya tepat di belakang masinis, Lidiah (29), membagikan pengalamannya saat kereta yang ditumpanginya tiba-tiba berhenti beroperasi.
"Sebelum berhenti total ini sempat ada bunyi ledakan gitu 3 kali, kemungkinan korsleting listrik or something," kata Lidiah.
Menurut penuturannya, situasi di dalam gerbong yang pengap membuat sejumlah penumpang berinisiatif membuka jendela kereta untuk mendapatkan udara segar. Momentum gangguan yang bertepatan dengan waktu berbuka puasa juga membuat para penumpang saling berbagi bekal di tengah kegelapan.
"Keadaan gerbongnya pas mogok jadi gelap, AC pun mati jadi lumayan pada panik karena agak sesak. Jadi orang-orang berusaha untuk buka jendela keretanya dan kondisinya di gerbong wanita juga banyak yang dalam keadaan puasa, jadi kita sharing makanan dan minuman untuk batalin puasa," kata Lidiah.
Informasi mengenai evakuasi diperoleh para penumpang gerbong wanita dengan cukup jelas karena kedekatan posisi mereka dengan ruang masinis. Rangkaian kereta tersebut kemudian direncanakan untuk digandeng dan didorong menggunakan unit KRL lainnya.
"Dan untuk arahan karena gerbong saya tepat di belakang masinis alias gerbong wanita, jadi kita lebih jelas untuk mendapatkan informasinya. Seperti info kalo kereta bakalan didorong dengan kereta lain, terus ini didorong bisa sampe stasiun mana aja," kata Lidiah.
Seluruh penumpang pada akhirnya dievakuasi dan diturunkan di Stasiun Bojong Indah setelah proses penanganan berjalan.
"Untuk penyebabnya sih tidak diinfokan, dan akhirnya semua penumpang diturunkan di Stasiun Bojong Indah," kata Lidiah.
Pihak manajemen KAI Commuter segera menyampaikan permohonan maaf resmi secara tertulis terkait dengan kendala operasional yang mengganggu kenyamanan para pengguna jasa tersebut.
"KAI Commuter menyampaikan permohonan maaf atas adanya gangguan sarana pada perjalanan Commuter Line No. 1978A relasi Duri-Tangerang yang terjadi pada Selasa (26/5) pukul 17.05 WIB di jalur hulu petak jalan antara Stasiun Duri dan Stasiun Rawabuaya," kata Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan.
Petugas teknis langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan koordinasi dan normalisasi jalur hulu Duri-Rawabuaya agar perjalanan kereta bisa segera dipulihkan dengan aman.
"Setelah menerima informasi, petugas terkait langsung melakukan koordinasi dan penanganan di lokasi untuk memastikan keselamatan perjalanan serta mempercepat normalisasi operasional perjalanan Commuter Line," kata Leza Arlan.
Aliran listrik atas dilaporkan telah berhasil dinyalakan kembali oleh petugas pada pukul 17.56 WIB. Rangkaian Commuter Line No. 1978A selanjutnya digandeng dengan Commuter Line No. 1980A menuju jalur tiga Stasiun Rawabuaya guna menjalani pemeriksaan teknis lebih lanjut.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·