Manila (ANTARA) - Para pemimpin Asia Tenggara diharap dapat mencapai kesepakatan terkait langkah bersama menavigasi dampak konflik di Timur Tengah terhadap kawasan dalam KTT ke-48 ASEAN di Cebu, FIlipina, pekan ini.
Direktur jenderal badan panitia nasional (NOC) ASEAN 2026, Hellen De La Vega, dalam konferensi pers pada Selasa, mengatakan para pemimpin Asia Tenggara akan memfokuskan dialog pada ketahanan pangan dan energi serta pergerakan aman warga ASEAN di luar kawasan.
Dalam kesempatan yang sama, pelaksana ketua Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Filipina Dave Gomez menyampaikan bahwa ketahanan bencana juga akan menjadi perhatian dalam KTT ke-48 ASEAN.
"Ketahanan bencana adalah agenda di mana negara-negara anggota ASEAN berkomitmen terhadap kerangka kerja kolaboratif yang menegaskan sistem peringatan dini berbasis komunitas, respons kemanusiaan yang sigap, dan dukungan bagi masyarakat terdampak," kata Gomez.
Dengan demikian, diharapkan agar saat menghadapi bencana, seperti yang dihadapi Filipina saat erupsi Gunung Mayon kali ini, langkah yang diambil tidak membuat masyarakat terdampak semakin menderita.
"Tetapi justru mendorong strategi ketahanan yang inklusif serta berpusat pada masyarakat dan manusia di antara negara-negara anggota di kawasan ini," kata ketua PCO Fiipina.
Isu yang diharap akan menjadi fokus dalam KTT ASEAN tersebut bertepatan dengan penetapan respons penuh oleh pemerintah Filipina untuk menanggulangi dampak letusan Gunung Mayon di wilayah Bicol.
Lebih lanjut, De La Vega menyatakan bahwa sebagai pemegang keketuaan ASEAN, Filipina akan terus mendorong pembicaraan terkait ketahanan ekonomi, perdamaian dan keamanan, serta pemberdayaan manusia di kawasan.
Manila, kata dia, akan mengoptimalkan KTT ASEAN untuk menegaskan kembali norma dan dialog keamanan, stabilitas kawasan, kerja sama maritim, dan transformasi digital, sembari menguatkan perdagangan dan investasi intra-ASEAN.
"Prioritas strategis tersebut akan berperan dalam menyukseskan tahun pertama Visi ASEAN 2045 di bawah kepemimpinan kita," kata De La Vega.
Adapun KTT ke-48 ASEAN akan dibuka pada Jumat, 8 Mei 2026, dengan didahului pertemuan tingkat pejabat senior pada 6-7 Mei 2026.
Sumber: PNA-OANA
Baca juga: ASEAN: Jaga keamanan rantai pasok global di tengah krisis Hormuz
Baca juga: ASEAN dorong pergeseran besar dalam pembiayaan iklim
Penerjemah: Nabil Ihsan
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·