La Laguna Tenerife menelan kekalahan 97-89 dari Barca dalam pertandingan gim kedua babak semifinal Liga Endesa pada Kamis malam waktu setempat. Hasil tersebut membuat skuad asuhan Txus Vidorreta kini tertinggal 2-0 dalam agregat babak penyerihan tersebut.
Kekalahan ini terjadi meskipun tim tamu sempat memberikan perlawanan sengit dan memimpin perolehan angka di kuarter pertama melalui performa apik Patty Mills yang mencetak 36 poin. Namun, Barca bangkit di kuarter berikutnya berkat keunggulan fisik dalam perebutan bola pantul serta efisiensi tembakan bebas.
Pelatih La Laguna Tenerife, Txus Vidorreta, mengekspresikan rasa bangganya terhadap perjuangan para pemainnya meskipun mereka harus menelan kekalahan. Pelatih tersebut juga menyoroti perbandingan skor di luar tembakan bebas yang dinilainya menguntungkan timnya.
"Me quito el sombreo con los jugadores que tengo" ujar Txus Vidorreta, Pelatih La Laguna Tenerife.
Vidorreta merasa puas karena menganggap timnya bermain luar biasa dan mampu mengimbangi performa tuan rumah sepanjang pertandingan. Ketegangan sempat meningkat ketika sang pelatih dikeluarkan dari lapangan akibat melakukan protes keras terhadap keputusan wasit.
"Estoy muy contento porque en juego le hemos ganado 75-77 al Barça" kata Txus Vidorreta, Pelatih La Laguna Tenerife.
Dia menambahkan bahwa performa anak asuhnya pada kuarter pertama sudah sangat baik, tetapi kegagalan mengonversi beberapa tembakan tiga angka pada kuarter kedua menjadi pembeda. Hal itu membuat Barca mampu menutup paruh pertama laga dengan keunggulan sepuluh poin.
"Me quito el sombrero por los jugadores que tengo, de los que estoy disfrutando esta década y, de alguno, incluso terminando la anterior. Otros como Abromaitis o Doornekamp, desde el primer año que aterricé en La Laguna. Hemos hecho un partido extraordinario. Hoy se ha visto al equipo que veníamos siendo en la primera eliminatoria" ucap Txus Vidorreta, Pelatih La Laguna Tenerife.
Vidorreta juga menyayangkan keputusan wasit terkait pelanggaran di kuarter terakhir yang dinilai menyudutkan timnya. Kejadian tersebut bermula dari hilangnya bola saat dipegang oleh Marcelinho Huertas yang dianggapnya sebagai pelanggaran jelas dari pemain lawan.
"Hemos jugado el primer quarter muy bien, dominando. No hemos podido abrir más diferencias porque el Barça ha anotado canastas de mucho mérito. Tienen también jugadores extraordinarios.
En el segundo cuarto mantuvimos el mismo nivel, pero fallamos cuatro triples completamente solos. Cuando juegas contra el Barça en el Palau, tienes que anotarlos si quieres ganar. Al menos un par de ellos para no irte diez abajo al descanso, sino cuatro o cinco" tutur Txus Vidorreta, Pelatih La Laguna Tenerife.
Kondisi tim semakin dipersulit dengan cedera pergelangan kaki yang dialami Fran Guerra setelah berjuang keras di area pertahanan. Vidorreta mengkhawatirkan perkembangan cedera sang pemain menjelang laga berikutnya di kandang mereka.
"La última falta técnica que me han pitado ha sido mi segunda, no la tercera [se apresuró a explicar]. Era la tercera de equipo porque la primera se la habían pitado a Jaime Fernández, que debe medir 2,20 y es muy fácil verle protestar. Durante todo el partido, cuando nosotros estábamos abajo en el marcador, había más posibilidades de que pudiéramos tener alguna opción. Cuando estábamos igualados, ha sido más difícil" jelas Txus Vidorreta, Pelatih La Laguna Tenerife.
Kekalahan ini membuat langkah La Laguna Tenerife semakin berat untuk melaju ke babak final Liga Endesa. Pertandingan ketiga babak semifinal dijadwalkan akan berlangsung di Santiago Martin pada Sabtu mendatang.
5 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·