Laba Bersih BTN Tumbuh Melesat Hingga Mei 2026

Sedang Trending 10 jam yang lalu

Lonjakan kinerja keuangan yang positif berhasil dibukukan oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk hingga Mei 2026. Laba bersih konsolidasi emiten berkode saham BBTN ini melonjak signfikan bersama entitas anaknya, Bank Syariah Nasional (BSN), di tengah ekspansi jaringan layanan digital di kawasan Jakarta. Perolehan keuntungan bersih perseroan tercatat menyentuh angka Rp 1,85 triliun, seperti dilansir dari Money pada Senin (15/6/2026).

Pencapaian tersebut memperlihatkan pertumbuhan sebesar 54,37 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang sebesar Rp 1,19 triliun. Kenaikan pendapatan bunga bersih menjadi penopang utama pertumbuhan laba dalam laporan keuangan bulanan konsolidasi perseroan. Nilai pendapatan bunga bersih tersebut melesat 15,15 persen secara tahunan dari Rp 6,19 triliun menjadi Rp 7,13 triliun pada lima bulan pertama tahun ini.

Kemajuan aspek operasional ini turut disokong oleh kelancaran penyaluran kredit serta pembiayaan yang mencapai Rp 403,06 triliun. Jumlah portofolio kredit tersebut mengalami peningkatan sebesar 9,97 persen jika dibandingkan dengan posisi Mei 2025 yang berada di angka Rp 366,52 triliun.

Sisi pendanaan korporasi juga menunjukkan tren positif melalui pengumpulan dana pihak ketiga yang berada di angka Rp 433,95 triliun. Penghimpunan dana masyarakat tersebut tercatat mengalami kenaikan sebesar 9,09 persen secara tahunan dari posisi sebelumnya yang sebesar Rp 397,78 triliun. Profitabilitas operasional perusahaan ikut terkerek naik dengan raihan laba operasional konsolidasi sebesar Rp 2,39 triliun atau tumbuh sekitar 58,37 persen. Selain itu, pre provision operating profit kelompok usaha ini juga terangkat hingga 20,07 persen menjadi Rp 3,98 triliun.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menjelaskan bahwa realisasi pertumbuhan yang positif ini menjadi bukti nyata kekuatan fundamental bisnis perusahaan. Langkah taktis juga terus diambil melalui pembukaan gerai digital store di Bintaro Jaya, Bumi Serpong Damai, dan Pantai Indah Kapuk. "Rumah bukan sekadar aset investasi, tetapi merupakan kebutuhan dasar masyarakat.

Selama masyarakat membutuhkan tempat tinggal yang layak, kebutuhan terhadap pembiayaan perumahan akan terus ada. Karena itu, BTN optimistis sektor perumahan tetap menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Nixon dalam siaran pers, Senin (15/6/2026).

Manajemen perseroan menegaskan komitmennya untuk memperkuat ekosistem perumahan nasional melalui serangkaian transformasi bisnis berkelanjutan. Inovasi pada sektor pelayanan keuangan pendukung akan terus dipacu guna merespons dinamika kebutuhan properti masyarakat secara luas.