Laba Bersih SeaBank Indonesia Melonjak 288 Persen pada Kuartal I 2026

Sedang Trending 1 jam yang lalu

PT Bank Seabank Indonesia membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 288 persen menjadi Rp 375,6 miliar sepanjang Kuartal I 2026, berdasarkan data yang dilansir dari Money pada Rabu (27/5/2026). Perolehan tersebut mengalami kenaikan signifikan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 96,7 miIiar.

Direktur Utama SeaBank Indonesia Sasmaya Tuhuleley menjelaskan bahwa efisiensi operasional dan optimalisasi aset menjadi pendorong utama kinerja positif ini. Tingkat pengembalian aset atau Return on Assets (ROA) perusahaan juga mengalami peningkatan menjadi sebesar 4,01 persen.

"Angka pertumbuhan ini adalah cerminan dari solusi nyata yang kami tawarkan. SeaBank telah menjadi rekan yang membantu masyarakat bertransaksi dengan lebih mudah dan cepat," ujar Sasmaya Tuhuleley, Direktur Utama SeaBank Indonesia.

Hingga Maret 2026, total aset ekspansi kredit dan penempatan likuiditas aman membawa aset SeaBank mencapai Rp 49,7 triliun. Jumlah dana pihak ketiga (DPK) juga melonjak 44,58 persen menjadi Rp 39,1 triliun dengan dominasi dana murah (CASA) sebesar 69,10 persen.

"Kami akan terus menjaga momentum ini dengan menghadirkan teknologi layanan keuangan, demi menciptakan akses yang lebih luas bagi setiap lapisan masyarakat," ucap Sasmaya Tuhuleley, Direktur Utama SeaBank Indonesia.

Penyaluran kredit ritel individu melalui direct lending dan kerja sama mitra juga mengerek total kredit sebesar 40,83 persen menjadi Rp 34,8 triliun. Manajemen memastikan kualitas aset tetap sehat dengan rasio NPL gross terkendali di angka 1,56 persen serta CAR sebesar 21,88 persen.

"Kinerja SeaBank di awal 2026 adalah bukti nyata bahwa bank digital dapat tumbuh pesat sekaligus tetap pruden," tutur Sasmaya Tuhuleley, Direktur Utama SeaBank Indonesia.

Berdasarkan data operasional, jumlah nasabah bank digital ini telah melampaui angka 30 juta pengguna hingga akhir Maret 2026. Sementara itu, rata-rata transaksi harian mencatatkan volume lebih dari 13 juta transaksi dengan perputaran uang mencapai Rp 6 triliun per hari.