Laga SC Cambuur Melawan Vitesse Terhenti Akibat Kericuhan Suporter

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Pertandingan terakhir musim ini antara SC Cambuur dan Vitesse di Leeuwarden pada Jumat (24/4/2026) malam berakhir ricuh setelah sekelompok oknum suporter tim tamu melemparkan kembang api ke arah pendukung tuan rumah. Insiden yang memicu penghentian laga sebanyak dua kali ini berujung pada kekalahan Vitesse dengan skor 2-1.

Kericuhan pecah setelah SC Cambuur mencetak gol, yang memancing reaksi anarkis dari tribune pendukung Arnhem. Selain ketegangan di dalam stadion, laporan dari pihak tuan rumah yang dikutip Omroep Gelderland mengonfirmasi adanya pelemparan batu oleh pendukung Cambuur ke arah bus yang membawa suporter Vitesse.

Pelatih Vitesse, Rehm, menegaskan bahwa tindakan kekerasan tersebut tidak dapat ditoleransi meski klub sedang berjuang mempertahankan eksistensinya. Rehm tetap optimistis mengenai masa depan klub menjelang keputusan dewan hukum pada awal Mei mendatang.

"I think Vitesse will definitely continue to exist. We have shown our best side for almost an entire season and the club is alive." kata Rehm.

Sang pelatih juga menyoroti bahaya yang ditimbulkan oleh insiden tersebut, mengingat terdapat anak-anak di area tribune yang menjadi sasaran lemparan. Ia menganggap kejadian ini sebagai masalah sosial yang tidak terkait langsung dengan permasalahan internal klub.

"But what happened tonight we cannot allow. This is a problem of society. That has nothing to do with other matters around the club. I am surprised that this happened. It is extremely unfortunate." ujar Rehm.

Penyerang Vitesse, Naoufal Bannis, mengungkapkan kekecewaannya di ruang ganti setelah timnya dipastikan gagal melaju ke babak play-off. Bannis sempat membawa harapan bagi tim melalui gol pembukanya, namun keunggulan tersebut sirna setelah Cambuur membalikkan keadaan.

"Terrible what happened. This doesn't belong and shouldn't happen. There were also children in 그 section. How do we react as players? We are frustrated and scream everything together in the dressing room. We are the victims of this. This is really bad for the club." kata Bannis.

Bannis menjelaskan proses terjadinya gol yang sempat membuat Vitesse unggul di awal pertandingan. Namun, kemenangan tim rival lainnya memastikan musim kompetisi bagi Vitesse resmi berakhir malam itu.

"A real striker's goal I think. Hoogewerf gave a beautiful cross and I could finish it nicely. But unfortunately they score twice more, we didn't get any big chances and Willem II also won. Unfortunately." ujar Bannis.

Kekecewaan mendalam juga disampaikan kembali oleh Rehm yang merasa perilaku sebagian kecil suporter telah merusak reputasi positif yang dibangun sepanjang musim. Ia menilai tindakan tersebut sangat berbahaya bagi keselamatan penonton lainnya.

"There are also children in those sections. This really shouldn't have happened. It's dangerous what they did. And so this is very disappointing for me. Our supporters were fantastic all season, but not tonight." kata Rehm.

Kekalahan ini memastikan Vitesse tetap berada di divisinya saat ini sementara klub menunggu hasil peninjauan lisensi profesional. Keputusan krusial mengenai masa depan klub dijadwalkan akan keluar pada 1 Mei mendatang melalui saran kepada Mahkamah Agung.