Lakers Ungguli Rockets 3&0 Usai Menang Dramatis di Playoff NBA

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Los Angeles Lakers memperlebar keunggulan menjadi 3-0 atas Houston Rockets dalam seri putaran pertama playoff NBA setelah meraih kemenangan tipis 112-108 melalui babak perpanjangan waktu pada Jumat, 24 April 2026 malam waktu setempat.

Hasil di markas Rockets tersebut menempatkan Lakers dalam posisi menguntungkan karena sejarah mencatat belum ada tim NBA yang mampu bangkit setelah tertinggal 0-3 dalam sebuah seri playoff menurut laporan asatunews.co.id.

Lakers tetap mendominasi meski bermain tanpa Luka Doncic yang mengalami cedera hamstring dan Austin Reaves yang menderita gangguan perut, sementara sang megabintang LeBron James mencatatkan 29 poin, 13 rebound, dan enam assist dalam 45 menit bermain.

Pemain berusia 41 tahun tersebut menunjukkan efisiensi tinggi dengan rincian tembakan 10-22 dari lapangan termasuk empat lemparan tiga angka, serta memberikan kontribusi pertahanan melalui tiga steal dan satu blok.

Usai memenangkan laga kedua pada Selasa, 21 April 2026, James memberikan pernyataan mengenai ambisi tim untuk terus melipatgandakan energi mereka di setiap pertandingan.

"Seberapa keras pun kami bermain di Game 1, kami harus melipatgandakannya di Game 2," ujar James.

James menekankan bahwa timnya harus tampil lebih agresif karena menyadari lawan akan bermain sangat gigih demi mengejar ketertinggalan poin dalam seri best-of-seven ini.

"Kami tahu lawan sangat putus asa untuk menang, jadi kami harus tampil lebih berambisi lagi. Menurut saya, kami memainkan pertandingan yang luar biasa," tambah James.

Marcus Smart yang didatangkan pada masa jeda musim menjadi aktor krusial dengan mengemas 21 poin, 10 assist, dan 5 steal, termasuk aksi penting di akhir kuarter keempat saat tim tertinggal enam angka.

Kinerja lini serang Lakers juga terbantu oleh kehadiran Luke Kennard yang didatangkan General Manager Rob Pelinka melalui skema pertukaran, di mana Kennard mencatatkan rata-rata 25 poin dalam dua laga awal playoff.

Kontributor LakeShowLife Jordanna Clark memberikan apresiasi atas langkah manajemen Lakers yang memilih mendatangkan pemain baru dibandingkan mempertahankan Dorian Finney-Smith yang kini membela Rockets.

"As much as it would’ve made sense for LA to keep DFS, the organization couldn’t look any better than it has for not re-signing him," tulis Clark.

Clark menilai Finney-Smith gagal menjadi solusi bagi Houston Rockets dalam upaya mereka membangun skuad untuk mengejar gelar juara musim ini.

"Finney-Smith has been far from the 3-and-D option that Houston needed to round out what it thought was a championship-caliber roster," lanjut Clark.

Perekrutan Kennard dinilai sangat tepat karena memberikan dampak instan ketika pilar utama tim harus menepi akibat masalah kesehatan fisik.

"Vincent has been a non-factor for the Hawks, while Kennard has helped lead the Lakers to two back-to-back playoff wins with Luka Dončić and Austin Reaves out," tulis Clark.

Keputusan strategis manajemen ini disebut menjadi faktor pembeda yang membawa Lakers pada posisi dominan saat ini menuju babak berikutnya.

"If the trade had never happened, LA probably wouldn’t be sitting in the position that it is now," pungkas Clark.

Di sisi lain, pelatih Houston Rockets Ime Udoka menyoroti buruknya efisiensi poin timnya meski Kevin Durant telah kembali bermain setelah pulih dari cedera memar lutut.

"Kami bertahan cukup baik, tetapi tidak bisa mencetak poin. Itu masalah utamanya," tegas Udoka.