Catatan Redaksi: Bunuh diri bukan jalan keluar persoalan kehidupan, segera cari pertolongan atau klik www.healing119.id.
Seorang lansia berinisial AS (66) mengaku menjadi korban begal yang menyebabkan luka sayat di bagian leher dan lengan. Ternyata lansia itu mencoba bunuh diri karena telah diusir keluarganya.
Kapolsek Pandan, Iptu Zul Efendi mengatakan kejadian bermula pada hari Sabtu (25/4) sekitar pukul 22.55 WIB, di Kecamatan Pandan, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.
Ia menyebutkan, pihak kepolisian menerima informasi bahwa korban dibawa oleh Kasatpol PP Kabupaten Tapanuli Tengah ke ruang UGD Rumah Sakit.
Lansia itu mengaku bahwa dirinya dibekap oleh begal, hingga lehernya disayat.
"Mengalami luka sayat di bagian leher dan lengan dengan dugaan awal telah menjadi korban begal," kata Zul dalam keterangannya, Rabu (29/4).
"Awalnya korban mengaku dibekap dari belakang dan disayat oleh pelaku begal," sambung Zul.
Namun, setelah pihak kepolisian melakukan penyelidikan lebih lanjut, anggota polisi menemukan kejanggalan dari luka yang dialami oleh lansia itu.
"Petugas di lapangan menemukan sejumlah kejanggalan pada pola luka dan keterangan korban yang berubah-ubah," ucap Zul.
Tim personel kepolisian melakukan pendalaman serta mengumpulkan informasi dengan menemui pihak keluarga beserta saksi di lokasi kejadian.
Berdasarkan hasil penyelidikan mendalam, luka yang diderita korban dipastikan bukan akibat kejahatan, melainkan upaya percobaan bunuh diri.
Menurut Zul, lansia itu mengalami tekanan batin karena ditinggalkan oleh anak dan menantunya. Ia mengatakan, dari keterangan saksi yang diperoleh bahwa lansia itu sudah empat hari menumpang tidur di salah satu warung karena diusir keluarga dari rumahnya di Kecamatan Sorkam.
"Adik kandung korban, Rosnidar mengungkapkan bahwa AS sebelumnya ditinggalkan oleh anak dan menantunya. Hal ini diperkuat oleh saksi David Chaniago, pemilik warung yang menyebutkan korban sudah empat hari menumpang tidur di warungnya karena merasa diusir dari rumahnya," jelas Zul.
Rencana Daftarkan Diri ke Panti Jompo
Zul mengatakan, AS sempat berencana mendaftarkan dirinya ke Dinas Sosial agar bisa dititipkan ke Panti Jompo.
"Korban diketahui sempat berencana mendaftarkan diri ke Dinas Sosial agar bisa dititipkan ke Panti Jompo," imbuh Zul.
Zul mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan terhadap lansia itu, akhirnya ia mengakui bahwa dirinya sengaja menyayat lehernya sendiri menggunakan sebuah pisau.
"Setelah diberikan penjelasan secara persuasif oleh petugas, AS akhirnya mengakui bahwa dirinya sengaja menyayat leher dan tangannya sendiri menggunakan sebuah pisau cutter di sebuah rumah kosong di kawasan Jalan Zainul Basri Hutagalung," pungkas Zul.
Saat ini korban masih mendapatkan perawatan medis intensif di Rumah Sakit Umum Daerah Pandan.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·