BURSA Efek Indonesia (BEI) mengatakan ada lebih dari 10 manajer investasi yang telah menyatakan ketertarikan untuk menerbitkan produk exchange traded fund (ETF) emas. Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad mengatakan, beberapa manajer investasi bahkan telah menandatangani kerja sama dengan pihak terkait dalam ekosistem produk ETF emas.
“Dari sisi kesiapan industri, minat pelaku pasar terhadap produk ini cukup tinggi,” kata Kautsar kepada Tempo pada Ahad, 19 April 2026. Untuk mengakomodasi penerbitan ETF emas, BEI tengah menyesuaikan peraturan yang diharapkan akan berlaku dalam waktu dekat.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Kautsar menuturkan, saat ini pengembangan ETF emas berada pada fase pra-peluncuran. Proses pengembangan saat ini telah mencakup penyusunan struktur produk dan model bisnis, persiapan ekosistem pendukung mulai dari manajer investasi hingga dealer partisipan, serta tahap finalisasi aspek regulasi di tingkat Self Regulatory Organization (SRO) serta aspek operasional.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan produk ETF berbasis emas diluncurkan pada kuartal II-2026. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan seluruh pemangku kepentingan saat ini sedang memfinalisasi persiapan peluncuran ETF emas.
“Dengan mempertimbangkan progres yang ada, target kami nampaknya mengarah pada peluncuran itu dapat tetap dilakukan di semester 1 tahun 2026 atau Q2 2026 ini,” kata Hasan dalam konferensi pers daring pada Senin, 6 April 2026. OJK sendiri telah menerbitkan landasan hukum berupa Peraturan OJK Nomor 2 Tahun 2026 tentang Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif yang Unit Penyertaannya Diperdagangkan di Bursa Efek dengan Aset yang Mendasari Berupa Emas.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·