Ledakan Tambang Batu Bara di Kolombia Tewaskan Empat Pekerja

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Empat orang penambang ditemukan meninggal dunia setelah insiden ledakan melanda sebuah tambang batu bara bawah tanah di desa Pueblo Viejo, Cucunuba, Kolombia, pada Sabtu (9/5). Ledakan maut yang terjadi di tambang bernama Las Quintas tersebut kini menjadi perhatian serius otoritas keamanan setempat.

Peristiwa tragis ini dikonfirmasi oleh pejabat pemerintah daerah setelah tim pencari berhasil menjangkau lokasi para korban. Informasi mengenai jatuhnya korban jiwa dalam musibah ini dilansir dari Detikcom melalui laporan AFP pada Senin (11/5/2026).

Gubernur departemen Cundinamarca memberikan pernyataan resmi terkait penemuan para pekerja yang sempat terjebak di dalam lubang tambang tersebut melalui saluran komunikasi publik.

"Empat penambang yang terjebak di tambang #LasQuintas" ditemukan tewas," tulis Gubernur departemen Cundinamarca, Jorge Emilio Rey.

Laporan dari kantor manajemen risiko Cundinamarca segera menetapkan status kondisi darurat guna menangani dampak insiden ini. Berdasarkan data media lokal, para pekerja tambang tersebut diyakini berada pada kedalaman mencapai 500 meter atau sekitar 1.650 kaki di bawah permukaan tanah saat ledakan terjadi.

Hingga saat ini, penyebab pasti dari ledakan di tambang Las Quintas tersebut masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang. Namun, wilayah ini memang dikenal memiliki rekam jejak kecelakaan pertambangan yang cukup tinggi akibat faktor teknis dan prosedur keselamatan.

Masalah utama yang kerap diidentifikasi dalam kecelakaan serupa di wilayah Kolombia adalah buruknya sistem ventilasi. Hal ini umumnya ditemukan pada operasi pertambangan artisanal atau ilegal yang berjalan tanpa izin resmi dan mengabaikan standar keselamatan bagi para pekerja.

Insiden ini menambah daftar panjang kecelakaan tambang di departemen Cundinamarca dalam waktu singkat. Sebelumnya, ledakan serupa terjadi di tambang batu bara bawah tanah di kotamadya Sutatausa pada 4 Mei lalu yang mengakibatkan sembilan orang tewas dan enam lainnya berhasil diselamatkan.