7 Mei 2026 15.00 WIB • 2 menit

Legenda Raden Rangga yang Menyebar Teror di Bumi Mataram, Cerita Rakyat dari Yogyakarta
Legenda Raden Rangga adalah salah satu cerita rakyat yang berkembang di daerah Yogyakarta. Menurut legendanya, Raden Rangga diyakini sebagai anak dari Panembahan Senapati dan Nyai Rara Kidul.
Bagaimana kisah dari legenda Raden Rangga tersebut?
Dikutip dari buku Antologi Cerita Rakyat Daerah Istimewa Yogyakarta, alkisah Kerajaan Mataram di bawah kekuasaan Panembahan Senapati cukup disegani oleh raja-raja lain yang ada di Jawa. Panembahan Senapati juga dikenal sebagai seorang pemimpin yang memiliki kesaktian mumpuni.
Tidak hanya manusia, makhluk halus yang ada di bumi Mataram juga tunduk pada kekuasaan Panembahan Senapati. Bahkan dirinya memiliki seorang istri dari kalangan makhluk halus, yakni Putri Nginangin atau Nyai Rara Kidul.
Dari pernikahannya ini, Panembahan Senapati memiliki seorang putra yang bernama Raden Rangga. Ketika kecil, Raden Rangga dititipkan pada Nyai Rara Kidul untuk tinggal di alamnya.
Sebelum berpisah, Panembahan Senapati menitipkan sebuah pesan pada Nyai Rara Kidul. Dia berpesan agar ketika dewasa nanti Raden Rangga bisa kembali ke Mataram untuk menjadi penggantinya.
Seiring berjalannya waktu, Raden Rangga mulai tumbuh dewasa. Seperti pesan Panembahan Senapati sebelumnya, Raden Rangga diantarkan oleh Nyai Roro Kidul kembali ke Mataram.
Raden Rangga dewasa memiliki bentuk fisik yang tinggi dan gagah. Dirinya juga memiliki kesaktian seperti ayahnya.
Namun sayang, semua kemampuan yang dimiliki Raden Rangga dia gunakan untuk berbagai hal yang tidak baik. Sering kali Raden Rangga menggunakan kekuatannya untuk menyakiti orang lain jika kemauannya tidak dituruti.
Akibatnya kehadiran Raden Rangga menjadi teror bagi masyarakat Mataram. Banyak masyarakat yang tidak ingin bersinggungan langsung dengan Raden Rangga agar tidak terlibat masalah dengannya.
Akan tetapi, teror ini ternyata makin meresahkan masyarakat. Akhirnya permasalahan ini disampaikan langsung pada sang ayah, Panembahan Senapati.
Mendapatkan laporan ini, Panembahan Senapati berniat untuk memberikan pelajaran bagi Raden Rangga. Dirinya kemudian memanggil Raden Rangga untuk menghadap ke keraton.
Sesampainya di sana, Panembahan Senapati meminta Raden Rangga untuk memijatnya. Panembahan Senapati berniat untuk mengukur seberapa besar kekuatan Raden Rangga.
Ternyata pijatan Raden Rangga dirasa cukup menyakitkan. Tanpa sadar, Panembahan Senapati menendang Raden Rangga hingga terlempar jauh keluar keraton.
Untungnya berkat kesaktian yang dia miliki, Raden Rangga tidak mengalami apa-apa akibat tendangan itu. Namun dia merasa jika sang ayah sudah mengusirnya.
Akhirnya Raden Rangga mengamuk membabi buta. Semua hal yang ada dihancurkan begitu saja.
Kerusakan yang disebabkan Raden Rangga membuat Panembahan Senapati kebingungan. Akhirnya dia meminta bantuan pada Nyai Rara Kidul untuk mengatasi kelakuan anaknya tersebut.
Nyai Rara Kidul kemudian mengadakan sebuah sayembara untuk mengalahkan seekor naga yang ada di Mataram. Nantinya jika ada yang berhasil mengalahkan naga tersebut, maka dia akan mendapatkan setengah bumi Mataram.
Raden Rangga mendengar sayembara ini dan tertarik untuk mengikutinya. Akhirnya Raden Rangga pergi untuk menghadapi naga yang sebenarnya samaran dari Nyai Rara Kidul.
Pertarungan antara keduanya langsung pecah saat itu juga. Berbagai upaya dilakukan oleh Raden Rangga.
Namun tidak ada satupun serangan yang dia lancarkan berhasil melukai sang laga. Ketika Raden Rangga tengah lengah, tiba-tiba sang naga berhasil melilit tubuhnya.
Tidak lama kemudian, Raden Rangga dan Naga tersebut menghilang disertai hujan deras dan halilintar. Konon Raden Rangga diketahui dibawa kembali oleh Nyai Rara Kidul ke alamnya, sehingga masyarakat Mataram bisa terlepas dari teror yang ada.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News
Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.
Tim Editor
Terima kasih telah membaca sampai di sini
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·