Jakarta (ANTARA) - Anggota DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth mengatakan bahwa harus dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem operasional, pengaturan jalur, serta standar keamanan, khususnya di titik-titik rawan pertemuan lintasan kereta api.
"Tidak cukup hanya mengandalkan penanganan pascakejadian. Harus ada evaluasi menyeluruh dari hulu ke hilir, termasuk sistem pengendalian perjalanan kereta dan pengawasan lintasan," kata Kenneth di Jakarta, Rabu, menanggapi kecelakaan antara Kereta Api Argo Bromo dan KRL Commuter Line di kawasan Stasiun Bekasi Timur.
Kenneth menilai peristiwa tersebut tidak hanya meninggalkan luka bagi keluarga korban, tetapi juga menjadi duka bagi seluruh masyarakat Indonesia, khususnya para pengguna transportasi kereta api.
Kenneth menegaskan pentingnya investigasi yang transparan dan menyeluruh guna mengungkap penyebab utama kecelakaan, sehingga langkah pencegahan dapat segera diterapkan.
"Keselamatan pengguna jasa kereta api harus menjadi prioritas utama. Ini mencakup pembaruan teknologi persinyalan, peningkatan kualitas infrastruktur, serta penguatan sistem pengawasan operasional," ujarnya.
Ia menekankan pentingnya proses investigasi yang berjalan secara transparan agar publik memperoleh kejelasan atas peristiwa tersebut.
Kenneth juga menyoroti pentingnya pelatihan berkelanjutan bagi petugas serta penerapan teknologi otomatis, guna mencegah terjadinya kecelakaan di masa mendatang.
Selain itu, ia juga meminta agar standar operasional prosedur (SOP) keselamatan ditegakkan tanpa kompromi.
"Setiap potensi kelalaian harus bisa diantisipasi dengan sistem yang kuat dan disiplin tinggi dari seluruh pihak," katanya.
Kenneth mengaku sangat mengapresiasi kerja cepat tim SAR, tenaga medis, serta seluruh pihak yang terlibat dalam proses evakuasi dan penanganan korban.
Ke depan, Kenneth berharap adanya peningkatan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan operator kereta api guna memastikan keselamatan penumpang.
Kenneth juga berbelasungkawa atas musibah yang merenggut sebanyak 16 orang dan mendoakan para korban luka yang di rawat agar segera pulih dan dapat kembali beraktivitas seperti sediakala.
Baca juga: Pemerintah pastikan penanganan-dukungan bagi korban kecelakaan kereta
Baca juga: Pengamat minta Kemenhub evaluasi izin taksi imbas tabrakan kereta
Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·