Lille OSC Lolos ke Liga Champions Usai Amankan Posisi Tiga Ligue 1

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Lille OSC berhasil mengamankan tiket menuju kompetisi Liga Champions Eropa musim 2026/2027. Kepastian ini didapatkan setelah klub asal Prancis tersebut menyudahi kompetisi Ligue 1 dengan menempati peringkat ketiga klasemen akhir.

Seperti dilansir dari Medcom, tim yang identik dengan warna merah tersebut mengoleksi total 61 poin sepanjang musim. Pencapaian ini sekaligus membuka kesempatan bagi bek Timnas Indonesia, Calvin Verdonk, untuk mencicipi atmosfer kompetisi tertinggi antarklub Eropa tersebut.

Pemain lini belakang andalan Indonesia itu diketahui masih mengantongi kontrak bersama Lille OSC hingga Juni 2028. Jika dirinya tetap bertahan pada bursa transfer musim panas mendatang, bek berusia 29 tahun ini berpotensi mencatatkan sejarah baru.

Calvin Verdonk berpeluang besar menjadi pesepak bola asal Indonesia pertama yang merumput di ajang Liga Champions. Momen ini dinilai dapat menjadi tonggak sejarah yang krusial bagi kemajuan sepak bola Indonesia di panggung internasional.

Lille OSC sendiri menutup laga pamungkas Ligue 1 musim 2025/2026 dengan hasil minor berupa kekalahan 0-2 saat berhadapan dengan Auxerre pada Senin, 18 Mei 2026. Kendati demikian, hasil minor tersebut sama sekali tidak menggoyahkan posisi mereka di zona tiga besar.

Klub berjuluk Les Dogues ini tetap berhak melaju langsung ke babak utama Liga Champions musim depan. Mereka berhasil mempertahankan keunggulan tipis satu angka dari Olympique Lyon yang harus puas mengakhiri musim di peringkat keempat klasemen.

Keberhasilan mengunci posisi tiga besar ini menjadi pembuktian konsistensi performa skuad sepanjang musim. Performa stabil yang ditunjukkan para pemain menjadi faktor kunci keberhasilan mereka mengamankan tiket elite Eropa.

Di sisi lain, Calvin Verdonk memiliki andil yang cukup krusial dalam menjaga area pertahanan tim di sektor kiri sepanjang musim Ligue 1 2025/2026. Pemain bernomor punggung tangguh ini tercatat telah diturunkan dalam 18 laga dengan durasi bermain mencapai 786 menit.

Dalam mengawal lini belakang sepanjang musim bergulir, pemain bertahan Timnas Indonesia tersebut juga tercatat mengantongi tiga kartu kuning serta satu kartu merah. Kontribusi fisiknya di lapangan membantu performa Lille OSC tetap stabil hingga akhir kompetisi.